
Bekas pangeran Inggris, Andrew, kembali terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein setelah beredarnya dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman AS. Dokumen tersebut mengungkapkan foto-foto memalukan dan email yang menunjukkan hubungan Andrew dengan Epstein pada tahun 2010, dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Florida.
Foto-foto tanpa tanggal menampilkan Andrew dalam posisi yang dianggap kontroversial bersama seorang wanita. Sementara itu, surat elektronik menunjukkan Epstein mengatur pertemuan makan malam antara Andrew dan seorang wanita Rusia berusia 26 tahun yang disebutnya “cantik dan dapat dipercaya.” Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara tegas meminta Andrew untuk bersaksi di depan Kongres AS terkait kasus ini.
Tekanan Politik dan Reputasi Andrew
Sebagai adik dari Raja Charles III, Andrew mendapat tekanan besar dari para pembuat kebijakan Amerika untuk memberikan kesaksian. Starmer menegaskan bahwa siapa pun yang memiliki informasi wajib untuk membagikannya dalam bentuk apapun sesuai permintaan, termasuk Andrew. Pernyataan ini muncul setelah Andrew lama menyangkal keterlibatannya dan sempat mundur dari tugas-tugas kerajaan pada 2019 terkait skandal tersebut.
Pengaruh Kasus Epstein terhadap Gelar Kebangsawanan
Setelah tuduhan serius dan pengakuan dari korban yang kini telah meninggal, Virginia Giuffre, Raja Charles memutuskan mencabut gelar kebangsawanan Andrew pada Oktober lalu. Giuffre menuding Andrew melakukan pelecehan seksual terhadapnya sebanyak tiga kali, termasuk saat Giuffre masih berusia 17 tahun. Walaupun Andrew menolak klaim tersebut, ia membayar sejumlah besar uang sebagai penyelesaian gugatan hukum tanpa mengakui kesalahan.
Isi Dokumen Terbaru dan Dampaknya
Dokumen yang dirilis berisi beberapa foto yang memperlihatkan Andrew dengan seorang wanita yang tidak diidentifikasi, serta percakapan email di mana Epstein menyebut Andrew sebagai “The Duke” dan menawarkan pertemuan dengan wanita Rusia. Dalam beberapa email, Andrew bahkan menyetujui undangan makan malam di Istana Buckingham dengan Epstein dan wanita tersebut.
- Foto dan email ini tidak mencantumkan waktu dan konteks yang jelas.
- Andrew mengklaim telah memutus hubungan dengan Epstein pada akhir 2010, tetapi bukti terbaru menunjukkan komunikasi mereka berlanjut lebih lama.
- Publikasi dokumen ini mendorong kritik tajam dan memperkuat tekanan agar Andrew bertanggung jawab.
Reaksi dan Tuntutan dari Pemerintah AS
Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat telah meminta Andrew untuk mengikuti wawancara resmi terkait penyelidikan skandal Epstein. Surat resmi yang dikirim pada November menuntut kehadiran Andrew untuk menjelaskan keterlibatannya, namun hingga kini dia belum memberikan konfirmasi kesediaan.
Perkembangan Terbaru
Andrew kini dikabarkan akan meninggalkan rumahnya yang terletak di kawasan Windsor, properti yang menjadi bagian dari estate kerajaan. Pengusiran ini dilakukan setelah pencabutan gelar kebangsawanan, dan penampilan Andrew di properti tersebut menjadi perhatian media Inggris.
Berbagai dokumen dan tuduhan yang terus beredar menunjukkan bahwa kasus ini belum selesai dan berpotensi menambah catatan buruk reputasi Andrew. Keinginan pemerintah AS dan pemerintahan Inggris untuk mengusut tuntas kasus ini masih kuat, menempatkan Andrew pada posisi yang semakin sulit dalam menghadapi tekanan hukum dan publik internasional.





