Serangan Drone Rusia Tewaskan 12 Penambang di Bus DTEK Ukraina, 8 Luka-luka

Serangan drone Rusia menewaskan 12 pekerja tambang dan melukai delapan lainnya di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina bagian tenggara. Insiden terjadi saat sebuah bus yang mengangkut para penambang usai shift mereka diserang oleh drone Shahed dari pihak Rusia.

Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, mengonfirmasi terjadinya serangan besar-besaran ini yang menyasar kawasan pertambangan batu bara miliknya. Awalnya laporan menyebut korban tewas mencapai 15 orang, namun kemudian direvisi menjadi 12 meninggal dan delapan luka-luka.

Gubernur wilayah setempat, Oleksandr Ganzha, memastikan peristiwa tragis tersebut berlangsung di distrik Pavlohrad, Dnipropetrovsk. Seorang penasihat Menteri Pertahanan Ukraina, Serhii Beskrestnov, menuturkan bahwa drone pertama menghantam bus hingga tergelincir dan menabrak pagar pengaman.

Ketika para korban luka mulai keluar dari bus, drone kedua melancarkan serangan langsung ke arah warga sipil yang ada di lokasi. “Operator dari wilayah Rusia jelas mengenali target sebagai warga sipil, bukan militer, dan memilih dengan sengaja melakukan serangan,” ujar Beskrestnov.

Akibat serangan tersebut, bus terbakar dan api yang menyala kemudian berhasil dipadamkan oleh Dinas Darurat Ukraina. Menteri Energi Ukraina, Denys Shmyhal, mengecam tindakan ini sebagai serangan sadis dan disengaja terhadap para pekerja sektor energi. Ia menegaskan bahwa pihak agresor harus bertanggung jawab atas perbuatan ini.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menilai serangan tersebut sebagai kejahatan demonstratif yang menegaskan bahwa Rusia bertanggung jawab atas eskalasi konflik yang terjadi. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah serangan Rusia menghantam sebuah rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia, daerah lain di tenggara Ukraina.

Dalam serangan di Zaporizhzhia, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka. Kementerian Kesehatan Ukraina menyebut seluruh staf medis dan pasien berada di ruang perlindungan saat serangan berlangsung, termasuk tiga wanita yang sedang dalam proses melahirkan.

Upaya Ukraina untuk mencegah penggunaan sistem Starlink oleh pasukan Rusia guna mengarahkan drone juga terus dilakukan. Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan SpaceX milik Elon Musk untuk menonaktifkan terminal Starlink yang tidak terverifikasi, demi membatasi kemampuan musuh.

Selain itu, Presiden Zelensky mengonfirmasi bahwa putaran berikutnya dari perundingan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat terkait penyelesaian konflik akan berlangsung di Abu Dhabi pada awal Februari. Kerangka pembicaraan akan ditetapkan pada hari berikutnya setelah pembicaraan dimulai.

Meskipun sebelumnya dijadwalkan pada Minggu, pembicaraan ini sempat tertunda akibat situasi yang berkembang antara AS dan Iran. Putaran pertemuan pertama diselenggarakan di ibu kota Uni Emirat Arab pada akhir pekan sebelumnya dan mendapatkan sambutan positif dari semua pihak yang terlibat.

Dalam perkembangan terakhir, media resmi Rusia, TASS, melaporkan bahwa pembicaraan akan diadakan pertengahan pekan dengan mengutip sumber terkait. Upaya diplomasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam mencari solusi damai di tengah situasi ketegangan yang berkepanjangan.

Secara keseluruhan, serangan drone yang menargetkan pekerja tambang dan fasilitas sipil menambah daftar panjang korban konflik di Ukraina. Kejadian ini sekaligus memperlihatkan bagaimana warga sipil terus berada dalam risiko akibat eskalasi agresi militer. Pemerintah Ukraina tetap menegaskan komitmen untuk membawa pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan internasional.

Berita Terkait

Back to top button