Aylo Blokir Pengguna Baru UK di Pornhub, YouPorn, RedTube Karena Kebijakan Verifikasi Usia Online Safety Act

Situs-situs pornografi besar milik Aylo, termasuk Pornhub, YouPorn, dan RedTube, mulai membatasi akses bagi pengguna baru di Inggris. Langkah ini berlaku sejak Senin dan disebabkan oleh perubahan aturan verifikasi usia yang dianggap perusahaan menyulitkan akses sekaligus menimbulkan risiko baru.

Pengguna yang sudah memiliki akun dan melakukan verifikasi usia sebelumnya tetap bisa mengakses situs-situs tersebut. Aylo mengumumkan keputusan ini dalam sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa kebijakan verifikasi usia saat ini justru membuat internet menjadi kurang aman bagi semua kalangan.

Kebijakan Verifikasi Usia di Inggris
Inggris menerapkan aturan wajib verifikasi usia untuk situs pornografi sejak Juli, melalui Undang-Undang Online Safety Act. Tujuannya adalah mencegah anak di bawah umur mengakses konten pornografi secara tidak sengaja atau mudah. Menurut Ofcom, regulator telekomunikasi Inggris, sepuluh situs pornografi terbesar di negara ini telah patuh terhadap aturan tersebut selama enam bulan terakhir.

Selama periode itu, Pornhub mencatat penurunan trafik pengunjung hingga 77%. Penggunaan VPN sempat naik tajam dalam upaya mengakali aturan, namun kemudian stabil. Ofcom dan kelompok pendukung keselamatan internet menilai aturan ini sebagai langkah awal yang berhasil menekan akses ilegal dan tanpa kontrol bagi anak-anak.

Kritik dan Kekhawatiran Aylo
Perusahaan induk Pornhub, Aylo (berbasis Kanada), menyatakan bahwa dari pengalaman dan data internal mereka, sistem verifikasi usia malah meningkatkan bahaya bagi pengguna dewasa maupun anak-anak. Mereka menyatakan bahwa kebijakan ini mengalihkan pengguna ke situs-situs ilegal dan tidak teratur yang menawarkan konten berbahaya tanpa pengamanan.

Pendapat ini menghadirkan perdebatan karena sejumlah ahli melihat hal berbeda. Iain Corby dari Age Verification Providers Association menyatakan bahwa data lengkap terkait akses anak-anak ke pornografi baru akan tersedia pada laporan tahunan Ofcom nanti. Namun, survei awal dari Internet Matters menunjukkan anak-anak masih memakai VPN dengan frekuensi yang sama, sebuah indikasi bahwa aturan bekerja dalam meminimalkan akses langsung.

Dampak pada Anak dan Dewasa
Ian Henderson, CEO Naked Truth Project yang fokus pada adiksi pornografi, mengatakan bahwa data menunjukkan sebagian besar pengguna yang terlibat dalam kasus adiksi pertama kali terpapar pornografi secara tidak sengaja. Survei dari Komisioner Anak Inggris juga menemukan 27% responden pernah melihat pornografi di usia 11 tahun, dan sebanyak 59% mengalaminya secara tak sengaja.

Meski aturan berhasil mengurangi paparan pornografi anak, penelitian menunjukan ada risiko bagi pengguna dewasa. Polling oleh Lucy Faithfull Foundation mengungkapkan 45% peserta pernah mengunjungi situs yang tidak mematuhi aturan verifikasi untuk menghindari pembagian data pribadi. Dari mereka, 39% mengaku melihat konten yang tidak nyaman atau berbahaya.

Tanggapan Regulator dan Pakar Hukum
Ofcom memastikan bahwa kepatuhan terhadap aturan usia berjalan dengan ketat, termasuk investigasi lebih dari 80 situs dan denda sebesar £1 juta pada satu penyedia. Mereka berkomitmen melanjutkan komunikasi dengan Aylo terkait perubahan sikap perusahaan.

Sementara itu, Clare McGlynn, profesor hukum di Durham University, skeptis terhadap alasan Aylo. Ia menilai langkah perusahaan sebagai bagian dari kampanye publik untuk menentang peraturan verifikasi usia. Strategi ini dinilai bertujuan mengajak publik meragukan dan menolak pembatasan terhadap akses konten pornografi.

Tren Verifikasi Usia di Dunia
Kebijakan verifikasi usia bukan hanya tren di Inggris. Komisi Eropa sudah mengembangkan Age Verification Blueprint untuk membantu negara-negara anggota menerapkan metode verifikasi yang ramah pengguna dan menjaga privasi. Kanada juga mempertimbangkan kembali legislasi serupa setelah percobaan sebelumnya gagal.

Di Australia, aturan verifikasi usia ketat akan mulai berlaku pada Maret, sebagai bagian dari upaya perlindungan anak yang dimulai dengan pelarangan media sosial bagi usia di bawah 16 tahun. Pemerintah Australia menyatakan Aylo turut berperan aktif dalam penyusunan aturan tersebut dan akan diawasi ketat kepatuhannya.

Aylo menegaskan komitmennya terhadap kerja sama internasional dengan Inggris, Komisi Eropa, dan mitra lain agar pelajaran dari pengalaman Inggris dapat menjadi bahan acuan kebijakan serupa di masa depan. Langkah ini menunjukkan bahwa regulasi pornografi digital dan verifikasi usia terus menjadi tantangan global yang kompleks antara keamanan, privasi, dan bisnis.

Berita Terkait

Back to top button