Palantir CEO Bela Teknologi Pengawasan Saat Kontrak Pemerintah AS Tingkatkan Penjualan 66%

Palantir Technologies melaporkan kenaikan pendapatan yang signifikan, terutama dari kontrak dengan pemerintah Amerika Serikat. Pendapatan dari sektor pemerintah AS naik 66% pada kuartal keempat, mencapai $570 juta, jauh melampaui perkiraan analis dengan total penjualan sebesar $1,41 miliar.

Kenaikan penjualan ini didorong terutama oleh kontrak pemerintah yang diperkirakan akan meningkat pesat hingga tahun 2026. Palantir memproyeksikan pendapatan tahunan antara $7,18 miliar hingga $7,20 miliar pada 2026, yang berarti peningkatan lebih dari 60% dari 2025.

Pembelaan CEO Terhadap Teknologi Pengawasan

Alex Karp, CEO Palantir, membela penggunaan teknologi pengawasan perusahaan dengan menekankan adanya pengamanan ketat untuk mencegah penyalahgunaan oleh pemerintah. Ia menyatakan bahwa platform Palantir dirancang agar pemerintah hanya dapat mengakses informasi yang seharusnya dilihat saja.

Menurut Karp, sistem tersebut juga menggunakan audit log fungsional untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman baik dari dalam maupun luar organisasi. Dalam surat kepada pemegang saham, ia mengatakan bahwa teknologi tersebut memungkinkan pembatasan granular terhadap tindakan dan investigasi pemerintah.

Kontroversi Terkait Kontrak dengan ICE

Palantir menghadapi sorotan terkait kontrak dengan US Immigration and Customs Enforcement (ICE), terutama setelah dua warga AS tewas dalam insiden penegakan imigrasi yang kontroversial. Palantir mendapatkan kontrak senilai $30 juta dari ICE untuk mengembangkan sistem operasi yang dapat mengidentifikasi imigran tanpa dokumen dan melacak mereka yang melakukan deportasi mandiri.

Kontrak dengan ICE juga membuat perusahaan lain, seperti CapGemini, memutuskan menjual unit kecil di AS yang terkait kontrak dengan ICE setelah tekanan dari politisi dan masyarakat luas.

Pertumbuhan Pesat dalam Teknologi AI

Di sisi lain, Palantir juga semakin agresif memasarkan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) tingkat militer kepada sektor bisnis. Platform AI-nya membantu perusahaan mengintegrasikan serta mengembangkan teknologi tersebut. Dalam tiga tahun terakhir, saham Palantir meningkat sekitar 1.700%, menjadikannya salah satu saham AI dengan performa terbaik.

Penjualan ke bisnis AS juga diperkirakan tumbuh cepat, dengan prediksi peningkatan minimal 115% pada 2026, mencapai lebih dari $3,14 miliar, dibandingkan pertumbuhan 109% pada 2025.

Pertanyaan Seputar Valuasi Saham

Meski kabar positif terkait penjualan dan kontrak pemerintah menggembirakan, pasar keuangan menunjukkan kehati-hatian. Saham Palantir turun lebih dari 15% di bulan ini karena terdapat skeptisisme terhadap valuasi perusahaan yang sangat tinggi.

Rasio harga terhadap laba (price-to-earnings ratio) yang diproyeksikan untuk 12 bulan ke depan mencapai 140,5 kali, menandakan ekspektasi ekstrim terhadap pertumbuhan perusahaan. Investor mempertimbangkan risiko dan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara dampak sosial serta regulasi pemerintah.

Hubungan Pendiri dengan Politik AS

Perusahaan ini didirikan oleh Peter Thiel, seorang miliarder teknologi yang awalnya didukung oleh CIA. Thiel juga dikenal sebagai pendukung politik utama dengan hubungan dekat bersama sejumlah politisi Washington, termasuk Wakil Presiden JD Vance.

Hubungan ini memberikan pengaruh pada jalannya kontrak pemerintah dan strategi bisnis Palantir, terutama dalam konteks kebijakan dan pengawasan yang terus berkembang.

Palantir terus berusaha menegaskan bahwa teknologi mereka bukan hanya alat pengawasan, namun juga instrumen yang memungkinkan pengawasan internal yang ketat untuk mencegah pelanggaran privasi. Dengan lonjakan kontrak pemerintah dan ekspansi ke sektor bisnis, Palantir berada di persimpangan antara inovasi teknologi dan etika pengawasan.

Exit mobile version