Dua sumber yang mengetahui detail pengamanan di Super Bowl menyatakan bahwa tidak ada rencana dari US Immigration and Customs Enforcement (ICE) untuk melakukan operasi penegakan imigrasi selama pertandingan tersebut. Acara Super Bowl ini digelar di Santa Clara dan menghadirkan laga antara Seattle Seahawks dan New England Patriots.
Keamanan di Super Bowl dipastikan berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya, berdasarkan email dari Bay Area Host Committee kepada pejabat terpilih di wilayah tersebut. Penegakan imigrasi oleh ICE bukanlah hal yang lazim dilakukan pada perayaan besar seperti Super Bowl.
Kebijakan penegakan imigrasi di bawah pemerintahan sebelumnya menuai kritik, terutama menyusul kematian dua warga AS di Minnesota akibat tindakan agen ICE. Insiden ini memicu demo dan perlawanan di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Dalam konteks hiburan, rapper Puerto Rico dan pemenang Grammy 2026, Bad Bunny, menjadi bintang utama pertunjukan paruh waktu Super Bowl. Dia sempat menghindari tampil di daratan utama AS dalam tur konser terakhirnya karena kekhawatiran penggemarnya ditangkap oleh agen federal.
Ketika ditanya tentang keterlibatan ICE di Super Bowl, Komisaris NFL Roger Goodell menegaskan bahwa liga bekerja sama erat dengan aparat penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal untuk menjamin lingkungan yang aman selama pertandingan.
Goodell juga menekankan peran pemerintah federal dalam pengamanan acara, baik di masa pemerintahan sekarang maupun sebelumnya. Dalam pengamanan, Homeland Security Investigations, unit ICE, bertugas mengkoordinasi beberapa badan federal yang terlibat.
Meski Homeland Security Investigations ikut serta, fungsi mereka saat ini lebih pada pengelolaan koordinasi keamanan, bukan melakukan razia imigrasi. Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa tindakan penegakan imigrasi secara langsung tidak direncanakan.
Di bawah naungan Departemen Keamanan Dalam Negeri, ICE memang memiliki peran luas, namun operasinya disesuaikan dengan konteks dan situasi acara seperti Super Bowl. Dalam acara NFL Opening Night di San Jose, sekelompok kecil demonstran menyuarakan protes terhadap tindakan ICE.
Inklusi Bad Bunny dalam pertunjukan paruh waktu juga menimbulkan kontroversi di kalangan kelompok konservatif sayap kanan, termasuk dari Menteri DHS Kristi Noem. Saat menerima penghargaan di Grammy, Bad Bunny menyatakan penolakannya terhadap kebijakan ICE dengan seruan “ICE out”.
Dalam pidato tersebut, ia menegaskan bahwa mereka yang menjadi target kebijakan imigrasi bukanlah “alien” melainkan manusia dan warga Amerika. Pernyataan ini merefleksikan ketegangan yang melingkupi isu imigrasi serta peran ICE dalam konteks sosial dan hiburan saat ini.
Super Bowl kali ini tidak hanya menjadi panggung olahraga bergengsi melainkan juga arena yang mencerminkan kompleksitas hubungan imigrasi dan budaya di Amerika Serikat. Meski tanpa operasi penegakan dari ICE, perhatian terhadap isu imigrasi tetap menjadi bagian penting dari perbincangan publik.
