Putra mahkota Norwegia, Marius Borg Høiby, tengah menjalani persidangan dengan tuduhan pemerkosaan dan kekerasan yang serius. Ia didakwa melakukan pemerkosaan terhadap empat wanita serta melakukan kekerasan fisik terhadap beberapa mantan pacarnya, tuntutan yang mencemarkan nama baik keluarga kerajaan Norwegia.
Høiby, berusia 29 tahun dan anak dari Putri Mahkota Mette-Marit dari hubungan sebelum pernikahannya dengan Putra Mahkota Haakon, menghadapi 38 dakwaan yang sebagian besar berasal dari tahun 2018. Ia ditahan selama empat minggu setelah polisi menilai ada risiko ia mengulangi tindakannya.
Rangkaian Tuduhan dan Kronologi Penahanan
Pada malam sebelum penahanannya pertama, Høiby ditangkap karena diduga menyerang pacarnya sendiri. Ia mengaku melakukan kekerasan dalam kondisi dipengaruhi alkohol dan narkoba. Penyidikan lebih lanjut mengungkapkan sejumlah aksi tidak senonoh, termasuk pemerkosaan empat wanita saat korban dalam keadaan tertidur atau mabuk, beberapa di antaranya terekam dalam video.
Dakwaan juga mencakup pelanggaran hukum narkotika berat. Bulan lalu, polisi melaporkan tambahan enam tuduhan, di antaranya penyelundupan hampir 3,5 kilogram ganja pada tahun 2020 yang diakui oleh Høiby. Dia menghadapi potensi hukuman penjara hingga 16 tahun jika terbukti bersalah.
Kekerasan dalam Hubungan dan Saksi Kunci
Salah satu korban yang diketahui adalah Nora Haukland, seorang model dan influencer yang pernah berpacaran dengan Høiby. Ia secara terbuka menuduh Høiby melakukan kekerasan fisik, seperti pukulan, tendangan, penjambretan leher, dan penghinaan verbal sepanjang hubungan mereka antara pertengahan 2022 hingga akhir 2023.
Korban lain semuanya mendapatkan perintah perlindungan dari pengadilan. Sidang yang digelar di Oslo ini akan berlangsung hingga pertengahan Maret dan dijadwalkan menghadirkan para saksi, dimulai dengan para korban yang akan memberikan kesaksian.
Dampak Skandal pada Keluarga Kerajaan
Kasus ini merupakan salah satu skandal terbesar di sejarah monarki Norwegia. Meskipun demikian, reputasi keluarga kerajaan tetap cukup kuat berkat figur yang disegani seperti Raja Harald dan Ratu Sonja, yang dianggap sebagai simbol persatuan nasional. Namun, reaksi publik beragam; beberapa menilai istana kurang tanggap dalam menangani masalah ini, sementara yang lain mempertahankan kepercayaan pada monarki.
Putra Mahkota Haakon dan Mette-Marit memilih untuk tidak menghadiri persidangan ini, begitu pula Raja dan Ratu. Saat ini, Mette-Marit tengah berjuang melawan penyakit paru-paru yang serius dan menghadapi kritik terkait keterkaitannya dengan skandal Jeffrey Epstein, yang baru-baru ini terungkap melalui dokumen pengadilan di Amerika Serikat.
Proses Hukum dan Penilaian
Jaksa menyatakan bahwa Høiby tidak akan mendapatkan perlakuan khusus karena status keluarganya. Ia telah mengakui beberapa pelanggaran ringan, tetapi membantah sebagian besar tuduhan berat yang diajukan. Dalam sidang, Høiby akan memberikan pernyataan pembelaan dan diperkirakan akan memberikan kesaksian di hari berikutnya setelah persidangan dimulai.
Keputusan hakim diperkirakan akan diumumkan beberapa minggu setelah persidangan rampung. Kasus ini menjadi perhatian internasional dan menimbulkan diskusi luas mengenai perlakuan hukum terhadap anggota keluarga kerajaan dalam kasus kriminal serius.





