Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa persiapan untuk memulai kembali kontak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin telah dilakukan hampir empat tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina. Namun, Macron menegaskan bahwa pihak Moskow belum menunjukkan niat nyata untuk bernegosiasi menghentikan pertempuran.
Macron menyatakan pentingnya keterlibatan Eropa dalam upaya perdamaian, bukan hanya mengandalkan Amerika Serikat sebagai pemimpin negosiasi konflik yang dimulai pada 2022 tersebut. Dia mengungkapkan bahwa pembicaraan teknis sedang berlangsung untuk memulai dialog kembali dengan Rusia.
Persiapan ini dilakukan secara transparan dan melibatkan konsultasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta sekutu-sekutu Eropa. Macron menekankan bahwa dukungan Prancis terhadap Ukraina tetap kuat, namun dialog dengan Kremlin diperlukan untuk membicarakan jaminan keamanan pascaperang.
Menurut Macron, pemulihan saluran komunikasi antara Eropa dan Rusia sangat krusial. Dia menyebutkan bahwa kondisi saat ini belum memungkinkan tercapainya kesepakatan damai karena Rusia belum siap untuk berkomitmen dalam waktu dekat.
Macron juga menyoroti situasi berat yang dialami Ukraina akibat serangan terus-menerus yang menyasar warga sipil dan infrastruktur energi. Dia menilai tindakan Rusia tersebut tidak mencerminkan keinginan tulus untuk mencapai perdamaian.
Sejak invasi besar-besaran tahun lalu, hubungan antara Uni Eropa dan Rusia hampir terhenti total. Uni Eropa memberlakukan sanksi berat dan pembatasan perjalanan terhadap Rusia. Di sisi lain, Kremlin menyatakan pandangannya mengenai inisiatif beberapa negara Eropa untuk membuka dialog sebagai hal positif.
Sebelumnya, Macron sempat mendapat kritik karena mempertahankan komunikasi dengan Putin beberapa bulan setelah invasi. Namun, kemudian ia menghentikan hubungan langsung dan fokus pada dukungan bagi Ukraina.
Langkah persiapan dialog yang sedang berlangsung saat ini menunjukkan upaya Eropa untuk memainkan peran aktif dalam mediasi konflik yang telah mengganggu stabilitas regional dan global. Negosiasi serta jalinan komunikasi menjadi kunci penting dalam upaya mengakhiri perang yang membawa dampak kemanusiaan besar-besaran.
