Polisi Inggris Selidiki Mantan Duta Besar U.S. Terkait Dugaan Kebocoran Dokumen Rahasia ke Jeffrey Epstein

Author: Qoo Media

Polisi Inggris saat ini menginvestigasi mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, terkait dugaan keterlibatan dengan Jeffrey Epstein, seorang finansier ternama sekaligus pelaku kejahatan seksual. Penyidikan ini dimulai setelah Departemen Kehakiman AS merilis sejumlah email yang mengindikasikan Mandelson membagikan dokumen rahasia pemerintah Inggris kepada Epstein.

Email tersebut menunjukkan bahwa saat menjabat sebagai Sekretaris Bisnis Inggris pada 2009-2010, Mandelson berbagi informasi sensitif terkait bailout eurozone senilai €500 miliar. Informasi ini disinyalir bocor pada masa pemerintah Inggris dan beberapa negara Barat masih menghadapi dampak krisis keuangan global.

Detail Dugaan Pelanggaran oleh Mandelson

Metropolitan Police Commander Ella Marriott mengonfirmasi bahwa kepolisian menerima laporan dugaan pelanggaran jabatan publik setelah rilis dokumen pengadilan terkait Epstein. Mandelson yang kini berusia 72 tahun tersebut tengah diselidiki terkait kemungkinan penyalahgunaan jabatan.

Beberapa email yang dirilis menunjukkan Mandelson juga mengirim memo internal pemerintah kepada Epstein, yang berisi catatan tentang kondisi ekonomi Inggris dan rekomendasi penjualan aset pemerintah. Selain itu, tercatat pembayaran sebesar $75.000 oleh Epstein kepada Mandelson dalam tiga transaksi pada 2003-2004, saat Mandelson belum menjabat sebagai pejabat pemerintah.

Keterkaitan Keluarga dan Bantahan Mandelson

Dokumen lain menyatakan Epstein membayar hampir $12.000 kepada Reinaldo Avila da Silva, suami Mandelson, untuk membiayai kursus osteopati pada tahun 2009. Para penyidik masih mendalami apakah bantuan finansial ini berkaitan dengan jabatan Mandelson saat itu.

Sementara itu, Mandelson secara tegas membantah menerima uang pembayaran langsung dari Epstein dan menyatakan tidak ingat adanya transaksi semacam itu. Dalam surat pengunduran dirinya dari Partai Buruh, ia juga menyangkal tuduhan tersebut dan menyebut perlunya investigasi lanjutan.

Kontroversi dan Dampak Politik

Kasus ini menambah tekanan politik kepada Perdana Menteri Keir Starmer, terutama terkait keputusannya menunjuk Mandelson sebagai duta besar Inggris di AS tahun lalu. Kantor Starmer mengakui bahwa perlindungan terhadap informasi sensitif telah dilanggar dan masalah ini kemudian dirujuk ke polisi.

Starmer sendiri menegaskan bahwa hubungan Mandelson dengan Epstein sudah diperiksa sebelum pengangkatan, tetapi Mandelson dianggap tidak jujur soal luasnya relasinya dengan Epstein. Dalam pernyataannya di parlemen, Starmer menilai tindakan Mandelson sebagai pengkhianatan terhadap negara dan partainya.

Latar Belakang dan Reputasi Mandelson

Peter Mandelson dikenal sebagai politisi senior Partai Buruh yang punya reputasi sebagai sosok licik dan ahli manuver politik. Julukan "Pangeran Kegelapan" melekat padanya karena kemampuan mengatur strategi media dan politik dengan cerdik. Banyak pengamat politik menyebut reputasi ini yang membawa Mandelson terpilih sebagai duta besar tidak lama setelah pemerintahan Presiden Trump memasuki masa jabatan kedua.

Pada bulan September, Starmer memecat Mandelson dari jabatan duta besar menyusul publisitas dokumen yang menunjukkan hubungan dekat Mandelson dengan Epstein meski sudah divonis pada 2008 karena kasus pemanfaatan anak untuk prostitusi.

Penyelidikan ini masih berlangsung dan kepolisian Inggris berkomitmen mengungkap seluruh fakta untuk memastikan penegakan hukum berjalan adil. Kasus ini menjadi sorotan global karena menyangkut isu keamanan nasional dan integritas pejabat publik Inggris tingkat tinggi.

Terbaru