Seorang kapten kapal asal Rusia dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun setelah kecelakaan antara kapal kargo yang dipimpinnya dengan sebuah kapal tanker AS di lepas pantai timur Inggris. Insiden ini menyebabkan kematian seorang awak kapal, yang kemudian menjadi dasar vonis karena kelalaian berat.
Vladimir Motin, kapten kapal Solong berbendera Portugal, bertanggung jawab atas tabrakan dengan kapal tanker Stena Immaculate yang sedang berlabuh dan membawa lebih dari 220.000 barel bahan bakar penerbangan berkualitas tinggi. Kejadian tersebut terjadi pada 10 Maret 2025 dan memicu kebakaran hebat di kedua kapal.
Penyebab Kecelakaan dan Kelalaian Kapten
Motin berusaha mengendalikan kapal dengan mematikan sistem alarm dan mencoba melepas autopilot agar mengubah arah, namun usahanya dianggap gagal. Dalam sidang yang digelar di Old Bailey, London, hakim menyebutnya sebagai "kecelakaan yang menunggu untuk terjadi."
Ketika kecelakaan berlangsung, seorang awak kapal asal Filipina bernama Mark Pernia yang berusia 38 tahun tewas dan hingga kini jasadnya belum ditemukan. Pengadilan menyatakan bahwa kematian Pernia terjadi akibat kelalaian berat yang dilakukan Motin selama bertugas.
Keterangan dan Dampak bagi Keluarga Korban
Pengacara Motin, James Leonard, berargumen bahwa kliennya tidak bersalah atas kelalaian berat meskipun ketidakhadirannya dianggap sebagai faktor penyebab kecelakaan. Namun, pengadilan tetap memutuskan Motin bertanggung jawab dan menjatuhkan hukuman penjara.
Prosecutor Tom Little membacakan surat dari istri Mark Pernia yang saat kecelakaan tengah mengandung anak kedua mereka. Ia mengungkapkan kesedihan mendalam dan kehilangannya yang tak terganti, menggarisbawahi dampak emosional bagi keluarga korban.
Fakta Penting tentang Kasus Ini
- Kapal Solong berbendera Portugal mengalami tabrakan dengan tanker AS berlabel Stena Immaculate.
- Insiden terjadi di lepas pantai timur Inggris pada 10 Maret 2025.
- Kapten kapal Solong, Vladimir Motin, dinyatakan melakukan kelalaian berat.
- Satu awak kapal bernama Mark Pernia meninggal dunia dan jasadnya tidak ditemukan.
- Motin dijatuhi hukuman enam tahun penjara oleh pengadilan London.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab dan kewaspadaan dalam pengoperasian kapal di jalur pelayaran yang padat. Keselamatan awak dan pengelolaan risiko harus menjadi prioritas utama agar tragedi serupa tidak terulang kembali.







