Dengan frekuensi yang mengagetkan, seorang guru spiritual ternama di India yang dipenjara seumur hidup karena kasus pemerkosaan dan pembunuhan terus dibebaskan melalui parole. Gurmeet Ram Rahim Singh, yang pertama kali masuk penjara pada 2017 atas tuduhan pemerkosaan dan divonis pembunuhan dua tahun kemudian, kini telah keluar penjara sebanyak 15 kali atas dasar parole.
Singh telah menghabiskan lebih dari 400 hari di luar penjara selama masa pembebasannya tersebut. Kondisi ini memunculkan keprihatinan banyak pihak mengenai pengaruh kuat para guru spiritual yang memiliki ratusan juta pengikut di India. Kritikus menilai bahwa nama besar dan kepentingan politik guru seperti Singh seringkali dapat mempengaruhi proses peradilan.
Latar Belakang Kasus dan Organisasi Dera Sacha Sauda
Singh merupakan pemimpin dari organisasi Dera Sacha Sauda yang didirikan pada 1948 di kota Sirsa, Haryana. Organisasi ini menawarkan komunitas yang inklusif bagi semua kasta, agama, dan ras, serta menyediakan fasilitas sosial seperti medis, pendidikan, dan berbagai layanan lainnya di kompleks seluas 700 hektar milik mereka.
Pada tahun 2017, Singh dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun atas kasus pemerkosaan terhadap dua pengikut wanita yang terjadi sejak 1999. Kemudian pada 2019, ia dihukum seumur hidup karena terlibat pembunuhan Ram Chander Chhatrapati, seorang jurnalis yang mengungkap kasus pelecehan seksual dalam grup tersebut. Dua ajudan Singh juga divonis bersama dalam kasus pembunuhan tersebut.
Ketika vonis kasus pemerkosaan diumumkan, ribuan pengikut Singh mengamuk di wilayah Punjab dan Haryana. Lebih dari 30 orang tewas dalam kerusuhan tersebut. Peristiwa ini mendapat kecaman keras dari Perdana Menteri Narendra Modi yang menekankan warisan damai India yang dikenal sebagai tanah Gandhi dan Buddha.
Kontroversi Parole dan Reaksi Korban
Singh menerima pembebasan sementara melalui parole berdasarkan peraturan negara bagian Haryana yang memberikan hak tersebut kepada narapidana dengan perilaku baik. Namun, pembebasan ini terus menjadi kontroversi, terutama bagi keluarga korban. Anshul Chhatrapati, putra jurnalis yang dibunuh, menyatakan bahwa pembebasan berulang dari Singh kembali membuka luka lama bagi keluarganya.
“Kami telah memperjuangkan keadilan selama hampir dua dekade,” kata Anshul. “Setiap kali dia dibebaskan, itu seperti luka yang dibuka kembali,” tambahnya.
Pihak Dera Sacha Sauda membantah bahwa pembebasan Singh merupakan perlakuan istimewa. Mereka menyatakan bahwa hukum parole berlaku sama bagi ribuan tahanan lain di negara bagian itu dan bukan sebuah bentuk indulgensi khusus.
Fenomena Guru Spiritual dan Politik di India
India memiliki tradisi panjang dengan tokoh-tokoh spiritual karismatik yang memiliki basis pengikut besar. Gurmeet Ram Rahim Singh adalah contoh nyata bagaimana seorang pemimpin spiritual bisa menjadi tokoh media besar dengan pengaruh sosial dan politik yang sangat kuat. Singh juga dikenal sebagai aktor dalam film-film yang ia produksi sendiri dan musisi yang merilis lagu-lagu viral melalui platform daring.
Menurut para pengamat, peran guru spiritual seringkali lebih dari sekadar keagamaan. Mereka membentuk jaringan sosial dan bahkan menjadi pemain penting di ranah politik. Hubungan antara para guru ini dengan politisi dianggap sebagai simbiosis, di mana penguasa mendapatkan dukungan pemilih dalam jumlah besar, dan para guru mendapatkan perlindungan politik.
Ronki Ram, profesor bidang komunikasi dan pembangunan di Chandigarh, menjelaskan bahwa Dera Sacha Sauda memanfaatkan bantuan sosial yang mereka berikan sebagai modal politik yang sangat strategis. Hal ini diduga memengaruhi timing pembebasan Singh yang sering bertepatan dengan pemilu penting di wilayah Haryana.
Kehidupan dan Pengaruh Dera Sacha Sauda
Kompleks markas Dera Sacha Sauda dilengkapi dengan fasilitas lengkap mulai dari klinik hingga bioskop dan toko yang menjual berbagai produk bermerek milik organisasi. Nilai kekayaan mereka dilaporkan mencapai miliaran rupee.
Bagi sebagian pengikutnya, Singh dianggap sebagai sosok yang mengajarkan moral dan gaya hidup sehat, seperti menjauhi narkoba dan alkohol. Seorang pengikut, Amresh Chawla, menyatakan bahwa nilai dan ajaran guru tersebut membentuk kehidupan keluarganya. Namun, tuduhan pelecehan dan kekerasan yang pernah menjerat Singh terus memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat luas.
Sementara aktivis seperti Sudesh Kumari mengungkap adanya ketakutan yang melingkupi korban selama bertahun-tahun akibat pengaruh dan kekuatan guru tersebut. Ia menyatakan bahwa atmosfer teror dan dominasi membuat keadilan terasa jauh dari jangkauan bagi para korban.
Aktivitas Gurmeet Ram Rahim Singh Setelah Pembebasan
Sejak dibebaskan beberapa waktu lalu, Singh giat meluncurkan lagu-lagu baru di platform seperti YouTube. Lagu-lagu tersebut membawa pesan moral seperti menjauhi narkoba dan memohon petunjuk kepada Tuhan. Banyak komentar penggemarnya yang tetap memberikan dukungan meskipun ia berstatus narapidana.
Parole yang ia terima saat ini akan berakhir pada pertengahan Februari, namun dengan prosedur hukum yang ada di Haryana, Singh berpeluang kembali mendapatkan kebebasan sementara dalam waktu dekat. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keadilan dan perlakuan setara dalam sistem hukum India.
Kisah Gurmeet Ram Rahim Singh menunjukkan bagaimana kekuatan spiritual dan politik bisa saling berkaitan dalam sistem sosial India yang kompleks. Sementara para korban dan keluarganya terus menuntut keadilan, fenomena guru spiritual kontroversial seperti Singh tetap menjadi sorotan penting dalam dinamika agama, hukum, dan politik di negara tersebut.





