Meloni dan IOC Kutuk Kekerasan dan Serangan Sabotase Jelang Olimpiade Milan 2026

Kerusuhan terjadi saat demonstrasi anti-Olimpiade di Milan, yang bertepatan dengan hari pertama pertandingan penuh di ajang Olimpiade Musim Dingin. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, secara tegas mengecam tindakan kekerasan dan sabotase yang terjadi pada jaringan kereta api nasional. Meloni menyebut para pelaku sebagai "musuh Italia" yang merusak citra positif negara selama penyelenggaraan Olimpiade.

Selain pemerintah Italia, Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga mengutuk kekerasan tersebut. Juru bicara IOC, Mark Adams, menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam acara Olimpiade yang bertujuan menyampaikan pesan persatuan dan perdamaian kepada dunia. IOC menekankan pentingnya kelancaran pertandingan tanpa gangguan dari aksi kekerasan.

Insiden Kekerasan dan Sabotase di Milan

Sekitar 100 pengunjuk rasa memisahkan diri dari aksi utama dan melakukan pelemparan petasan, bom asap, dan botol ke arah polisi. Demonstrasi utama diikuti sebanyak 10.000 orang yang menuntut perhatian atas kenaikan biaya tempat tinggal dan isu lingkungan terkait penyelenggaraan Olimpiade. Aksi kekerasan ini berlangsung di tengah usaha ribuan pekerja yang berkontribusi untuk suksesnya penyelenggaraan.

Selain itu, sabotase yang menargetkan infrastruktur kereta api terjadi di dekat kota Bologna, utara Italia. Tiga insiden berbeda yang belum diketahui pelakunya mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta hingga dua setengah jam. Dampak ini menyerupai gangguan yang terjadi pada pembukaan Olimpiade Musim Panas di Paris, ketika jaringan TGV Perancis menjadi target serangan serupa.

Respon Pemerintah dan IOC

Meloni menyatakan solidaritasnya kepada aparat kepolisian dan masyarakat Milan yang berjuang menghadapi gangguan kriminal ini. Menurutnya, pelaku kekerasan dan sabotase berusaha merusak kerja keras ribuan orang yang ingin menampilkan wajah terbaik Italia di mata dunia. IOC pun menegaskan bahwa protes damai adalah hak setiap warga, namun kekerasan harus dikecam dan dihentikan demi kelancaran Olimpiade.

Dalam situasi yang menantang ini, penyelenggaraan Olimpiade di Milan dan Cortina d’Ampezzo terus berupaya menjadi simbol persatuan dan perdamaian. Pesan kuat dari IOC dan pemerintah Italia mengingatkan bahwa semangat olahraga dan solidaritas harus mengalahkan konflik dan kekerasan apa pun yang mencoba mengganggu pesta olahraga internasional ini.

Ke depan, langkah koordinasi keamanan tetap menjadi prioritas utama untuk melindungi kelancaran pertandingan dan keselamatan publik. Terlebih, peristiwa ini memberikan peringatan tentang potensi gangguan selama ajang besar dan perlu penanganan serius dari berbagai pihak demi menjaga sportivitas dan perdamaian global di ajang Olimpiade.

Terkait