UBS menjalin hubungan perbankan dengan Ghislaine Maxwell sejak 2014, tepat setelah JPMorgan Chase memutuskan hubungan dengan Jeffrey Epstein. Dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS mengungkapkan bahwa UBS membantu Maxwell mengelola hingga 19 juta dolar dalam beberapa tahun menjelang vonis terkait kasus perdagangan seksual di mana Maxwell terlibat.
Swiss wealth bank ini membuka akun pribadi dan bisnis untuk Maxwell yang berisikan uang tunai, saham, serta investasi di hedge fund. Maxwell juga diberikan dua manajer hubungan yang memudahkan proses pengelolaan dana dan memberikan fasilitas eksklusif seperti klien-kleni kaya lainnya. Dokumen email dan laporan bank memperlihatkan bahwa UBS secara aktif memindahkan dananya, termasuk melakukan transaksi besar atas permintaannya.
Pemutusan Hubungan JPMorgan dan Peran UBS
JPMorgan sudah mulai mencurigai risiko terkait hubungan dengan Epstein dan Maxwell sejak awal dekade ini. Internal bank menyebut Maxwell sebagai "klien berisiko tinggi." Setelah Epstein dihukum pada 2008, JPMorgan menutup rekeningnya pada 2013. Namun, akun Maxwell tetap tidak jelas status penutupan dan penanganannya.
Pada Desember 2013, Maxwell diperkenalkan ke UBS oleh seorang mitra di Soros Private Equity Partners. UBS segera mengurus transisi akun Maxwell dari JPMorgan dengan cepat. Pada Februari 2014, Maxwell sudah memiliki hampir 2 juta dolar di salah satu akun UBS-nya, yang digunakan untuk pengeluaran pribadi dan beberapa entitas bisnis serta yayasan amalnya seperti TerraMar Project.
Manajemen Dana dan Respons UBS Setelah Penangkapan Epstein
Pada tahun 2016, Maxwell menginstruksikan pembayaran sebesar 2,5 juta dolar ke Scott Borgerson, yang saat itu menjadi suaminya. Lebih lanjut, pada Juli 2019, tak lama setelah penangkapan Epstein, UBS memindahkan dana sebesar 130.000 dolar atas permintaan Maxwell untuk membayar tagihan kartu kredit American Express.
Setelah penangkapan Epstein, UBS menerima surat panggilan dari Grand Jury dan memberikan informasi terkait transfer dana Maxwell kepada FBI. Namun, belum ada kejelasan kapan akun Maxwell di UBS ditutup atau jika bank tersebut masih melayani Maxwell setelah situasi hukum memburuk.
Tindak Lanjut dan Kepatuhan Bank
UBS mengaku telah melakukan proses due diligence sebelum menerima Maxwell sebagai klien. Tidak ditemukan bukti pelanggaran oleh UBS atau pihak manajemennya dalam dokumen yang diselidiki. Namun, UBS tidak memberikan komentar terkait alasan pengambilan klien berisiko tinggi dan detail pemeriksaan yang dijalankan saat pengalihan akun Maxwell dari JPMorgan.
Sementara itu, JPMorgan membayar denda besar senilai 75 juta dolar kepada Kepulauan Virgin AS dalam penyelesaian hukum yang terkait dengan Epstein. Bank ini tetap menolak klaim mengetahui aktivitas kriminal Epstein sebelumnya.
Ringkasan Fakta Penting:
- UBS membuka akun Ghislaine Maxwell pada 2014 setelah JPMorgan menutup akun Jeffrey Epstein.
- Maxwell mengelola dana hingga sekitar 19 juta dolar di UBS.
- UBS membantu Maxwell memindahkan uang dan mengurus berbagai entitas bisnis dan amalnya.
- JPMorgan memberi label Maxwell sebagai klien “berisiko tinggi.”
- Setelah penangkapan Epstein, UBS tetap memproses transaksi Maxwell dan memberikan data ke FBI.
- Belum ada informasi jelas kapan akun Maxwell di UBS benar-benar ditutup.
Hubungan UBS dan Maxwell menjadi sorotan baru terkait jaringan finansial Epstein. Informasi ini menambah pemahaman tentang bagaimana institusi keuangan besar berperan dalam pengelolaan dana individu yang terkait kasus hukum besar dan reputasi sensitif. Pengawasan terhadap bank dalam kasus serupa semakin menjadi perhatian penting dalam penegakan hukum dan tata kelola perbankan.





