Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Pablo Guanipa, dilaporkan diculik oleh pria bersenjata tak lama setelah ia dan 34 tahanan politik lainnya dibebaskan dari penjara. Kejadian ini terjadi di lingkungan Los Chorros, Caracas, hanya beberapa jam setelah pembebasan mereka yang diumumkan secara luas.
Maria Corina Machado, seorang pemimpin oposisi dan penerima Nobel Perdamaian, menyatakan dalam pernyataan di media sosial bahwa Guanipa diserang oleh pria bersenjata berpakaian sipil yang tiba dalam empat kendaraan. Ia menuntut pembebasan segera terhadap Guanipa dan mengutuk tindakan paksa tersebut.
Ramon Guanipa, putra dari Juan Pablo Guanipa, mengonfirmasi penculikan ini melalui rekaman video. Ia menyebutkan bahwa sekitar sepuluh orang tak dikenal menyerang ayahnya sekitar pukul 23.45 waktu setempat. Para pelaku membawa senjata dan memaksa Juan Pablo dibawa pergi.
Juan Pablo Guanipa dikenal sebagai pemimpin partai Primero Justicia, partai berhaluan tengah-kanan, yang sangat vokal menentang pemerintahan. Maria Corina Machado, pendiri partai Vente Venezuela, juga menyatakan keterlibatannya dalam memperjuangkan hak politik dan kebebasan di Venezuela.
Primero Justicia melaporkan bahwa Guanipa terakhir terlihat diangkut ke dalam mobil Toyota Corolla berwarna perak oleh pria bersenjata. Partai ubicado Machado mengonfirmasi bahwa empat kendaraan yang terlibat dalam penculikan tersebut. Primero Justicia juga menyebutkan nama-nama pejabat pemerintah yang dianggap bertanggung jawab, seperti Delcy Rodriguez, Jorge Rodriguez, dan Diosdado Cabello.
Seruan internasional juga muncul dari kelompok oposisi yang menuntut pembebasan segera Juan Pablo Guanipa. Mereka menegaskan agar penganiayaan terhadap pengkritik pemerintah dihentikan dan menegaskan bahwa rakyat Venezuela berhak untuk meraih keadilan serta perubahan politik.
Guanipa sendiri merupakan salah satu dari 35 tahanan politik yang dibebaskan pada hari Minggu yang sama, menurut Alfredo Romero, presiden organisasi hak asasi Foro Penal. Sebelum penculikan, video tidak resmi memperlihatkan Guanipa merayakan kebebasannya dengan mengibarkan bendera nasional Venezuela dan berkeliling kota dengan sepeda motor sambil berinteraksi dengan pendukungnya.
Namun, pemerintah Venezuela melalui Kantor Kejaksaan Agung segera mengajukan permohonan agar pembebasan bersyarat Guanipa dicabut. Mereka menyatakan bahwa ia melanggar ketentuan pembebasan tersebut, meskipun rincian pelanggaran tidak dipublikasikan. Kejaksaan meminta agar Guanipa dipindahkan ke tahanan rumah guna menjamin proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus Guanipa bermula pada akhir Mei lalu saat ia ditahan dengan tuduhan terkait terorisme. Pemerintah menudingnya sebagai pimpinan kelompok yang berupaya menggagalkan pemilihan regional dan parlemen yang digelar waktu itu. Amerika Serikat menyatakan bahwa penahanan tersebut termasuk di antara 70 orang yang ditangkap secara massal pada periode tersebut.
Hingga saat ini, keberadaan Guanipa masih belum diketahui secara jelas. Alfredo Romero juga mengungkapkan ketidakpastian mengenai siapa pihak yang melakukan penculikan terhadap Guanipa dan menegaskan perlunya informasi resmi untuk menghindari spekulasi.
Berikut adalah rangkuman kronologi peristiwa terkait Juan Pablo Guanipa:
1. Guanipa dan 34 tahanan politik lain dibebaskan dari penjara.
2. Guanipa merayakan kebebasannya secara terbuka di Caracas.
3. Pada malam yang sama, ia diculik oleh pria bersenjata dalam empat kendaraan.
4. Pemerintah mengajukan permohonan pencabutan pembebasan bersyarat.
5. Tuduhan pelanggaran oleh Guanipa disebutkan tidak diumumkan secara transparan.
6. Status Guanipa dan identitas penculik masih belum jelas.
Kejadian penculikan ini menambah ketegangan politik yang berlangsung lama di Venezuela. Isu hak asasi manusia dan perlakuan terhadap tahanan politik menjadi fokus pengawasan dari laporan internasional dan kelompok HAM. Situasi ini juga menimbulkan keprihatinan global terkait kebebasan sipil dan demokrasi di negara tersebut.







