Maskapai Tunda Penerbangan ke Kuba, Layanan Kesehatan dan Transportasi Dibatasi Akibat Krisis BBM AS

Krisis pasokan bahan bakar di Kuba kian mendalam akibat upaya Amerika Serikat memutus suplai minyak ke negara tersebut. Dampaknya terasa luas, mulai dari maskapai penerbangan yang mengurangi atau menyesuaikan jadwal penerbangan hingga pengurangan layanan di sektor kesehatan dan transportasi publik di Havana.

Maskapai terbesar Kanada, Air Canada, menghentikan penerbangan reguler ke Kuba untuk sementara waktu karena kelangkaan bahan bakar penerbangan. Namun, mereka tetap menjalankan penerbangan “ferry” untuk membawa sekitar 3.000 penumpang dari Kuba kembali ke Kanada. Sementara itu, maskapai lain seperti Iberia dan Air Europa tetap aktif terbang, tapi harus melakukan mendarat teknis di Republik Dominika guna mengisi bahan bakar saat kembali dari Havana.

Dampak terhadap Pariwisata dan Transportasi

Kuba mencatat lebih dari 750.000 wisatawan asal Kanada pada tahun lalu, menjadikan Kanada sebagai penyumbang wisatawan asing terbesar. Selain itu, kunjungan wisatawan dari Amerika Serikat, Meksiko, dan Spanyol juga cukup signifikan. Penangguhan penerbangan dan pembatasan bahan bakar ini diperkirakan akan menghambat sektor pariwisata yang merupakan tulang punggung perekonomian Kuba.

Pemerintah Kuba merespons krisis energi dengan membatasi alokasi bahan bakar di sektor transportasi. Layanan transportasi umum dikurangi, serta ada pengurangan jam operasional sekolah dan penundaan acara olahraga dan budaya agar dapat menghemat bahan bakar dan listrik.

Pembatasan di Sektor Kesehatan

Havana memberlakukan rasio ketat pada layanan kesehatan sebagai langkah penyesuaian selama kekurangan bahan bakar. Rumah sakit membatasi lama rawat inap dan aktivitas operasi untuk menghemat sumber daya. Menteri Kesehatan José Angel Portal Miranda menyatakan langkah ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan layanan yang paling diperlukan serta mengonsentrasikan sumber daya di area yang paling mendesak.

Krisis yang Diperparah oleh Sanksi dan Faktor Internal

Pejabat Kuba menyebut sanksi ekonomi AS sebagai penyebab utama meluasnya krisis energi ini. Namun, kritik juga diarahkan pada kurangnya investasi pemerintah dalam infrastruktur energi. Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernández de Cossío, menyatakan kesediaan pemerintah untuk berdialog dengan AS, tapi menolak pembahasan soal perubahan rezim.

Presiden AS sebelumnya mengisyaratkan bahwa Kuba dapat menghindari pemutusan total pasokan minyak jika mencapai kesepakatan dengan AS, yang kemungkinan melibatkan pemulangan properti yang disita dari eksil Kuba pascakekuasaan revolusi 1959.

Dukungan dan Respon Internasional

Meksiko, yang menjadi pemasok minyak terbesar kedua setelah Venezuela, menolak tekanan AS untuk menghentikan pengiriman minyak ke Kuba. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menilai sanksi tersebut tidak adil karena dampaknya lebih banyak dirasakan oleh masyarakat biasa. Pemerintah Meksiko juga mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari 800 ton ke Kuba dan berjanji untuk terus memberikan dukungan.

Di sisi lain, Rusia ikut memberikan perhatian serius. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuding AS melakukan “pengepungan” terhadap Kuba dan mengaku sedang menjajaki upaya bantuan melalui jalur diplomatik maupun non-diplomatik.

Penyesuaian Maskapai Lain

Selain Air Canada, American Airlines, Delta Air Lines, dan Aeromexico menyatakan tetap melayani rute ke Kuba, dengan beberapa mengklaim kemampuan membawa bahan bakar cukup untuk penerbangan pulang pergi. Namun, mereka juga tengah memikirkan ulang logistik penerbangan untuk mengurangi risiko gangguan layanan.


Situasi ini menunjukkan gambaran nyata bagaimana tekanan geopolitik bisa mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan kekurangan bahan bakar yang merembet ke berbagai sektor, Kuba tengah menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan layanan dasar bagi penduduknya. Sementara itu, dukungan internasional menjadi kunci bagaimana negara ini mencoba bertahan di tengah krisis energi dan tekanan politik.

Terkait