Wajah Malaikat Mirip PM Italia Meloni di Gereja Roma Dihapus Resmi, Ini Alasannya

Gereja Katolik di Roma melakukan penghapusan wajah dari sebuah lukisan malaikat setelah kemunculan kontroversi mengenai kemiripannya dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. Lukisan dinding yang terletak di Kapel Arwah di Basilika Santo Laurensius di Lucina ini awalnya menampilkan sosok malaikat dengan wajah yang menyerupai Meloni, memicu perdebatan sengit di kalangan publik.

Setelah restorasi lukisan selesai pada Desember 2025, banyak pengunjung dan pengguna media sosial membandingkan wajah malaikat tersebut dengan PM Meloni, yang menyebabkan ratusan orang datang ke kapel untuk melihat langsung. Menanggapi situasi ini, pejabat gereja meminta Bruno Valentinetti, sang pemulih lukisan, menutupi wajah malaikat dengan cat atau plester secara permanen dalam waktu singkat.

Investigasi dan Respon Pemerintah

Menteri Kebudayaan Italia, Alessandro Giuli, bekerja sama dengan Keuskupan Roma melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah wajah Meloni itu disisipkan dengan sengaja dalam lukisan. Valentinetti awalnya berdalih menyalin gambar asli dari tahun 2000. Namun, dalam pengakuannya, ia mengakui telah memodifikasi wajah malaikat agar mirip dengan perdana menteri tanpa menjelaskan motifnya secara gamblang.

Kardinal Baldassare Reina, sebagai perwakilan Paus di Roma, menegaskan bahwa kehadiran figur politik dalam karya seni gereja tidaklah pantas. Pernyataan tersebut menegaskan batasan antara ruang sakral dan pengaruh politik, mengingat seni gereja sebaiknya bebas dari konten-konten politis.

Kebijakan Bar baru Mengenai Restorasi Karya Seni Gereja

Sebagai respons atas polemik tersebut, pemerintah Italia memperketat regulasi terkait restorasi lukisan di gereja. Mulai 4 Februari 2026, setiap gereja yang berencana melakukan restorasi atau pengecatan ulang wajah malaikat harus mendapatkan izin dari pemerintah, keuskupan, dan badan pengawas khusus. Permohonan izin kini harus menyertakan sketsa detail yang menggambarkan aspek wajah yang akan dilukis.

Langkah ini diambil untuk menjaga integritas dan kesakralan karya seni gereja serta mencegah munculnya kontroversi politik di masa depan. Kebijakan ini juga berfungsi sebagai kontrol ketat agar ekspresi artistik tidak melanggar nilai-nilai dan sensitivitas keagamaan.

Respons Giorgia Meloni atas Kontroversi

Mengenai kontroversi ini, Meloni memberikan tanggapan santai melalui unggahan di Instagram. Ia menolak kemiripan dirinya dengan sosok malaikat dalam lukisan tersebut dengan nada bercanda, menyampaikan, “Tidak, saya jelas tidak terlihat seperti malaikat,” disertai emoji tertawa dan menangis.

Reaksi tersebut mencerminkan sikap tenang dalam menghadapi kontroversi yang sempat mengisi perbincangan publik dan media. Dengan penghapusan wajah malaikat, polemik ini pun dinyatakan selesai, meskipun meninggalkan diskusi luas tentang hubungan antara seni, politik, dan ruang sakral.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pihak gereja dan seniman agar lebih berhati-hati dalam melakukan restorasi karya seni keagamaan. Pertimbangan nilai sakral dan netralitas politik harus dijaga agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan tetap menghormati warisan budaya.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button