Seorang ayah di Gaza terus menggali reruntuhan rumahnya dengan tekad mencari tulang-tulang anggota keluarganya. Mahmoud Hammad menemukan serpihan tulang kecil yang diyakini milik bayi perempuan yang dikandung istrinya saat ledakan terjadi.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika serangan udara Israel menghancurkan gedung enam lantai tempat tinggal keluarga Hammad dan saudaranya. Istri Hammad yang sedang mengandung sembilan bulan beserta kelima anak mereka tewas dalam serangan tersebut, sementara Hammad sendiri mengalami luka parah namun selamat.
Kisah Tragedi Keluarga Hammad
Pada pagi serangan tanggal 6 Desember, Hammad baru saja keluar dari apartemen saat bom menghantam. Istri dan anak-anaknya sedang sarapan di ruangan yang sama sebelum musibah menimpa. Meskipun militer Israel sempat memberi peringatan melalui selebaran untuk mengungsi, Hammad memilih bertahan di rumahnya.
Setelah insiden tragis, tetangga berhasil mengevakuasi jenazah anak tertua Hammad dan sebagian anak dari saudaranya. Namun sebagian besar anggota keluarga tetap terperangkap di bawah timbunan puing-puing yang sangat berat dan menghalangi upaya penyelamatan.
Upaya Pencarian dengan Peralatan Sederhana
Hammad tidak tinggal diam. Setelah sembuh dari luka-lukanya, ia mendirikan tempat tinggal darurat di dekat reruntuhan dan mulai menggali sendiri menggunakan alat-alat sederhana seperti sekop dan tangan kosong. Ia menyaring tanah dan puing dengan ayakan untuk menemukan potongan tulang yang mungkin masih tersisa.
Pada bulan Maret, ia menemukan beberapa tulang yang diyakini milik keluarganya. Ia bahkan menggali sedalam sembilan meter hingga menemukan jenazah kakak dan iparnya di lantai atas. Tubuh mereka kemudian dimakamkan sementara oleh warga di tempat pemakaman darurat.
Hambatan Penggalian dan Dampak Besar di Gaza
Pekerjaan penyelamatan dan penggalian sangat terganggu oleh keterbatasan alat berat. Israel sering kali melarang masuknya alat berat ke wilayah Gaza, sehingga pencarian menjadi lebih sulit dan lambat.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sekitar 8.000 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan militer Israel. Sejak gencatan senjata berlaku pada bulan Oktober lalu, jumlah mayat yang berhasil dievakuasi mencapai lebih dari 700 orang.
Wilayah Gaza kini dikuasai sebagian oleh militer Israel yang terus membongkar dan meratakan bangunan, sehingga peluang menemukan korban lain semakin kecil.
Statistik Kerusakan dan Korban Jiwa
Berikut data terkait dampak perang di Gaza yang dikutip dari Kementerian Kesehatan dan PBB:
- Lebih dari 72.000 korban tewas selama konflik.
- 81% dari 250.000 bangunan di Gaza rusak atau hancur total.
- Total reruntuhan mencapai sekitar 61 juta ton, setara dengan volume 15 Piramida Agung di Giza atau 25 Menara Eiffel.
- Lebih dari 50% wilayah Gaza berada di bawah kendali militer Israel.
Harapan di Tengah Kehancuran
Penemuan potongan tulang bayi yang diyakini adalah putri Hammad memberi secercah harapan pada ayah ini. Ia berencana menguburkan seluruh anggota keluarganya dengan layak setelah berhasil mengumpulkan cukup bukti fisik.
Kisah Hammad menjadi gambaran nyata penderitaan keluarga-keluarga Gaza yang masih berjuang menggalikan kebenaran, memulihkan kenangan, dan mengatasi kehilangan akibat konflik yang berkepanjangan. Upaya pencarian di tengah reruntuhan ini juga menunjukkan tantangan besar penyelamatan korban perang yang belum sepenuhnya teratasi di daerah yang masih bergejolak.





