Pelaku Penembakan Mematikan di Sekolah Kanada Teridentifikasi, 9 Tewas Termasuk Pelaku

Polisi Kanada secara resmi mengidentifikasi tersangka dalam insiden penembakan massal di sekolah Tumbler Ridge, British Columbia, yang menewaskan sembilan orang, termasuk pelaku. Tersangka bernama Jesse Van Rootselaar, remaja berusia 18 tahun, ditemukan tewas akibat luka yang diduga self-inflicted di lokasi kejadian.

Penembakan terjadi Selasa siang di Tumbler Ridge Secondary School, kota kecil dengan populasi sekitar 2.400 jiwa. Enam korban meninggal dunia ditemukan di sekolah, sedangkan dua korban lain ditemukan di rumah dekat lokasi penembakan. Lebih dari 25 orang terluka, dengan dua korban luka berat diterbangkan ke rumah sakit di Vancouver.

Tumbler Ridge dikenal sebagai komunitas berburu dengan tingkat kepemilikan senjata api yang relatif tinggi, meski Kanada memiliki aturan kepemilikan senjata yang ketat. Penembakan ini menjadi yang paling mematikan di sekolah sejak Peristiwa Ecole Polytechnique tahun 1989 yang menewaskan 14 wanita.

Kronologi Penembakan di Tumbler Ridge

Royal Canadian Mounted Police (RCMP) menerima laporan tentang penembak aktif sekitar pukul 13:20 waktu setempat. Seorang guru melaporkan mendengar tembakan dari siswa yang datang berlari ke ruang kelasnya. Kepala sekolah kemudian memerintahkan lockdown, dan guru bersama siswa membarricade pintu agar tetap aman.

Ketika polisi tiba, mereka menemukan enam korban mati di dalam sekolah dan pelaku yang sudah meninggal. Selain itu, dua korban kritis segera dievakuasi dengan helikopter. Korban yang wafat terdiri dari seorang guru berusia 39 tahun dan lima siswa berusia 12 hingga 13 tahun.

Profil dan Latar Belakang Tersangka

Jesse Van Rootselaar pernah menjadi siswa di sekolah tersebut sebelum tiga sampai empat tahun terakhir keluar sekolah. Polisi menyatakan mereka telah beberapa kali mengunjungi rumah Van Rootselaar terkait kekhawatiran soal kesehatan mentalnya, termasuk terakhir kali pada musim semi tahun sebelumnya.

Van Rootselaar memiliki lisensi senjata api yang sudah kadaluarsa sejak dua tahun lalu. Meski demikian, tidak ada senjata terdaftar atas namanya saat insiden terjadi. Dua orang korban di rumah dekat sekolah ternyata ibu dan saudara tiri pelaku, yang diduga dibunuh sebelum penembakan di sekolah.

Aturan Kepemilikan Senjata di Kanada

Kanada menerapkan peraturan ketat soal senjata api, termasuk kewajiban memiliki lisensi dan mengikuti pelatihan keselamatan secara berkala tiap lima tahun. Kepemilikan senjata terbatas pada pengguna yang berusia minimal 18 tahun. Senjata seperti pistol harus terdaftar resmi.

Negara ini melarang ratusan model “assault-style firearms” sebagai respons terhadap penembakan massal sebelumnya, terutama usai tragedi Portapique Nova Scotia yang menewaskan 22 jiwa pada tahun 2020. Pemerintah juga menjalankan program pembelian kembali senjata laras panjang militer yang dilarang.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan kesedihan mendalam atas peristiwa kekerasan ini. Ia mengapresiasi usaha para petugas yang berani dan berjuang menyelamatkan warga. Warga Tumbler Ridge menggelar vigil lilin sebagai bentuk solidaritas dan dukungan untuk keluarga korban.

Kepolisian masih terus menyelidiki motif penembakan yang belum terungkap jelas. Polisi menegaskan bahwa saat ini tidak ada indikasi korban secara spesifik menjadi target pribadi pelaku.

Penembakan di Tumbler Ridge menjadi peringatan betapa pentingnya pengawasan kesehatan mental dan penegakan hukum terkait penggunaan senjata api agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Pemerintah Kanada kemungkinan akan mempertimbangkan revisi kebijakan guna meningkatkan keamanan sekolah dan komunitas, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki budaya kepemilikan senjata lebih kuat.

Exit mobile version