Corbyn Tuduh Pemerintah Inggris ‘Bersubahat’ atas Pengakuan Streeting soal Pelanggaran di Gaza

Author: Qoo Media

Jeremy Corbyn, mantan pemimpin Partai Buruh Inggris, mengkritik keras menteri kesehatan Wes Streeting terkait pengakuannya atas pelanggaran yang dilakukan Israel di Gaza. Corbyn menuding pemerintah Inggris bersalah atas "komplicity" atau keterlibatan dalam genosida Gaza setelah Streeting membocorkan pesan pribadi yang mengakui kejahatan perang Israel di wilayah Palestina.

Dalam surat terbuka kepada Streeting, Corbyn mengecam sikap pemerintah yang tetap mendukung Israel, meskipun Streeting sendiri telah mengetahui dan mengakui pelanggaran tersebut secara pribadi. “Kegagalan mempublikasikan kebenaran yang kamu ketahui secara pribadi menunjukkan pemerintah ini terlibat dalam kejahatan perang,” tulis Corbyn.

Pengakuan Wes Streeting tentang Kejahatan Perang

Pesan-pesan pribadi yang dirilis Streeting mengungkap bahwa dia mendukung pengakuan kemerdekaan Palestina dan mengakui adanya kejahatan perang yang dilakukan Israel. Dalam pesan itu, Streeting menulis bahwa pemerintah Israel berbicara dengan bahasa pembersihan etnis dan para medis yang ditemuinya melaporkan situasi brutal terhadap perempuan dan anak-anak di sana.

Pengakuan ini bertentangan dengan pernyataan resmi pemerintah Inggris yang dipimpin oleh Perdana Menteri Keir Starmer, di mana Streeting menjabat sebagai menteri kesehatan. Pemerintah menyatakan tindakan Israel di Gaza "berisiko jelas melanggar hukum kemanusiaan internasional", tetapi tetap memberikan dukungan militer dan diplomatik.

Posisi Pemerintah Inggris Terhadap Konflik Gaza

Surat Corbyn menyoroti ketidaksesuaian antara pengakuan privat Streeting dan kebijakan publik pemerintah. Ia menegaskan bahwa dukungan militer, ekonomi, dan diplomatik kepada Israel setelah mengetahui kejahatan perang berarti Inggris secara sadar membantu dan memfasilitasi pelanggaran tersebut.

Berikut poin penting posisi pemerintah Inggris:

  1. Mengakui risiko pelanggaran hukum internasional oleh Israel di Gaza.
  2. Mempertahankan dukungan militer dan diplomatik kepada Israel selama konflik.
  3. Melakukan pengawasan dengan penerbangan militer di atas Gaza untuk mencari tawanan Israel.
  4. Memberlakukan sanksi terhadap pejabat sayap kanan Israel, tetapi dinilai minim oleh para kritikus.

Organisasi hak asasi, termasuk Amnesty International Inggris, mendukung pengakuan Streeting dan menyesalkan kelanjutan kebijakan pemerintah yang dianggap mengabaikan bukti pelanggaran hak asasi manusia. Kristyan Benedict, manajer respons krisis Amnesty, menyatakan bahwa pemerintah seharusnya tidak tetap "business as usual" di tengah bukti kuat kejahatan perang dan genosida.

Tuntutan Corbyn dan Reaksi Politikal

Corbyn meminta Streeting untuk mundur dari jabatan menteri kesehatan dan bersedia bekerja sama dengan Pengadilan Kriminal Internasional dalam penyelidikan keterlibatan Inggris dalam dugaan kejahatan perang. Ia mengingatkan bahwa sejarah akan mengutuk politisi yang memilih diam saat genosida berlangsung.

Sebelumnya, Corbyn pernah memimpin Partai Buruh dari 2015 hingga 2020 dan kerap mendapatkan kritik terkait tuduhan anti-Semitisme yang ia dan pendukungnya anggap sebagai krisis yang direkayasa karena dukungannya kepada Palestina. Streeting sendiri adalah salah satu pengkritik keras Corbyn selama itu.

Setelah Starmer menggantikan Corbyn sebagai pemimpin Partai Buruh, Corbyn dicopot keanggotaan partai dan kini berkiprah sebagai anggota parlemen independen dan pendiri partai sosialis baru. Partai Buruh, meskipun meraih kemenangan besar, mengalami penurunan popularitas akibat krisis ekonomi dan isu imigrasi.

Kontroversi Terbaru dan Komitmen Keir Starmer

Pemerintahan Starmer juga terguncang akibat bocoran dokumen hubungan mantan dubes Inggris di AS, Peter Mandelson, dengan tokoh kontroversial Jeffrey Epstein. Mandelson diangkat oleh Starmer sebagai duta besar, yang menambah tekanan politik terhadap pemerintah.

Meski demikian, Starmer tetap tegas bertahan di posisinya dan menolak mundur, berjanji tidak akan meninggalkan mandat kepemimpinannya meskipun menghadapi kritik dan skandal keras.

Situasi ini menempatkan pemerintah Inggris menghadapi tekanan semakin kuat dari berbagai pihak agar transparan mengenai keterlibatan mereka dalam konflik Gaza serta merevisi kebijakan dukungan terhadap Israel. Corbyn dan sekutu-sekutunya terus mendorong akuntabilitas dan penuntasan tanggung jawab hukum atas dugaan pelanggaran kemanusiaan yang terjadi.

Terbaru