Alfredo Rodriguez, mantan pelayan Jeffrey Epstein, mencoba menjual buku catatan rahasia milik Epstein kepada seorang agen FBI yang menyamar. Rekaman yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat menunjukkan bahwa Rodriguez ingin menjual buku itu seharga 50.000 dolar AS kepada pengacara yang mewakili korban Epstein.
Rodriguez menyebut buku tersebut sebagai “Holy Grail” yang berisi nama-nama, alamat, dan nomor telepon tokoh terkenal, saksi, serta ratusan korban diduga yang tersebar di beberapa lokasi seperti New York, New Mexico, dan Paris. Dalam rekaman tersebut, Rodriguez menuturkan bahwa buku itu memuat data “gadis di bawah umur” yang diperoleh lewat Ghislaine Maxwell, mantan pasangan Epstein yang kini menjalani hukuman 20 tahun penjara karena perdagangan seks.
Isi Buku Catatan Rahasia
Rodriguez mengungkapkan bahwa dia mencuri buku itu saat bekerja di rumah Epstein di Palm Beach antara tahun 2004-2005. Dia juga pernah menyaksikan Maxwell mengoperasikan database komputer yang berisi detail dan foto gadis muda yang sebagian besar adalah remaja dari berbagai negara seperti Swedia, Romania, Cekoslowakia, dan Brasil. “Semua gadis ini masih di bawah umur dan memiliki kawat gigi,” jelas Rodriguez kepada agen FBI.
Ketika ditanya siapa yang membuat buku itu, Rodriguez menegaskan, “Epstein sendiri.” Ia juga mengakui sempat berbohong kepada FBI pada penyelidikan tiga bulan sebelumnya dengan mengatakan tidak memiliki dokumen penting. Ia takut Epstein akan mencelakakannya sehingga buku itu dianggap sebagai “jaminan” untuk melindungi dirinya.
Rekaman dan Penangkapan
Dalam rekaman berdurasi 45 menit yang direkam secara rahasia pada 3 November 2009, terlihat Rodriguez berbicara tentang isi buku tersebut dan kaitannya dengan gadis-gadis di bawah umur. Percakapan berakhir saat agen berpura-pura menyerahkan uang 50.000 dolar kepada Rodriguez. Tak lama setelah itu, polisi menangkap Rodriguez dengan tuduhan menghalangi proses hukum.
Dalam wawancara kepolisian, Rodriguez mengaku pernah melihat gadis yang telanjang di sekitar kolam renang rumah Epstein di Palm Beach. Ia juga mengaku pernah melihat foto-foto eksplisit anak di bawah umur di komputer majikannya. Laporan dari New York Magazine menyebut Rodriguez bahkan bertugas mencuci mainan seks yang ditemukan berserakan di rumah Epstein.
Dampak dan Lokasi Buku
FBI menganggap buku catatan tersebut sangat berharga untuk mengusut dan menuntut kasus Epstein. Sayangnya, lokasi buku aslinya kini tidak diketahui, meski beberapa salinannya diyakini masih beredar. Rodriguez sendiri dijatuhi hukuman 18 bulan penjara pada April 2012, sama dengan hukuman Epstein pada 2008 atas kasus pemesanan prostitusi di bawah umur.
Rodriguez meninggal dunia akibat kanker pada usia 60 tahun. Istrinya, Patricia Dunn, membela suaminya dengan mengatakan bahwa kasus ini sangat tragis dan bahwa Alfredo sebenarnya tidak terlalu terlibat. Ia mengenang perjuangan emosional saat suaminya berjuang melawan penyakit tersebut melalui sebuah unggahan di Facebook.
Kasus ini membuka tabir gelap jaringan perdagangan seks yang melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh. Informasi yang terkandung dalam “little black book” memperlihatkan kompleksitas dan luasnya jangkauan operasi Epstein dan orang-orang terdekatnya, termasuk Maxwell. FBI dan berbagai pihak lain terus berupaya mengungkap kebenaran di balik catatan tersebut untuk memberikan keadilan bagi para korban.





