Citra satelit terbaru mengungkapkan aktivitas penguatan fasilitas bawah tanah di dekat kompleks nuklir Iran. Pengamatan ini datang di tengah ketegangan diplomatik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir Tehran.
Institute for Science and International Security, sebuah lembaga riset berbasis di AS, menganalisis foto satelit dari Gunung Kolang Gaz La atau Gunung Pickaxe. Di lokasi ini terlihat konstruksi memperkuat pintu masuk terowongan dengan lapisan beton baru. Sebuah pompa boom, alat yang digunakan untuk menyalurkan beton, juga terdeteksi di area tersebut pada citra tertanggal 10 Februari 2026.
Gunung Pickaxe tidak termasuk lokasi yang diserang dalam operasi udara gabungan AS dan Israel pada Juni 2025. Namun, fasilitas nuklir Natanz yang berjarak sekitar dua kilometer di utara Gunung Pickaxe pernah menjadi target serangan bom. Para pakar berpendapat bahwa situs tersebut kemungkinan dirancang untuk melindungi proses pengayaan uranium atau peralatan penting lainnya yang berkaitan dengan program nuklir.
Selain beton baru, perubahan besar lain teridentifikasi seperti perataan tanah dan bebatuan di pintu masuk terowongan. Struktur beton tambahan juga dibangun di dekat pintu masuk tersebut, menunjukkan intensifikasi penguatan fasilitas bawah tanah. Namun, tujuan pasti pembangunan ini dan status operasi fasilitas belum bisa dipastikan secara terbuka.
Iran secara konsisten menyatakan bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan menolak tuduhan pengembangan senjata nuklir. Pemerintah Iran menegaskan bahwa kegiatan nuklirnya sesuai dengan ketentuan internasional dan fokus pada pengembangan energi serta keperluan sipil.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat melontarkan ancaman tegas untuk mengambil tindakan militer jika Iran tidak menerima kesepakatan baru terkait program nuklirnya. Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Ringkasan fakta penting:
1. Lokasi penguatan fasilitas berada di Gunung Kolang Gaz La (Gunung Pickaxe).
2. Ada penambahan beton untuk menutup pintu masuk terowongan.
3. Fasilitas diperkirakan terkait aktivitas pengayaan uranium.
4. Pekerjaan konstruksi melibatkan perataan tanah dan pembangunan struktur baru.
5. Iran membantah program nuklirnya bermaksud militer.
Analisis citra satelit dan kegiatan yang terpantau memperlihatkan usaha Iran untuk memperkokoh fasilitas nuklir bawah tanah. Hal ini menimbulkan perhatian internasional khususnya dari negara-negara yang mengawasi kepatuhan Iran terhadap perjanjian non-proliferasi nuklir. Peningkatan penguatan tersebut juga dapat menjadi bagian dari strategi pertahanan Iran untuk melindungi program nuklirnya dari serangan luar.
Pemantauan terus dilakukan oleh lembaga intelijen dan riset internasional guna memastikan transparansi aktivitas nuklir Iran. Kondisi ini tetap menjadi fokus utama dalam dinamika politik dan keamanan regional, mengingat potensi implikasi strategis yang menyertai pengembangan fasilitas nuklir bawah tanah berteknologi tinggi oleh Iran.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




