Keluarga Tahanan Politik Venezuela Lakukan Mogok Makan Dramatis: Terjebak Janji Bebas yang Tak Kunjung Terealisasi dan Politik Penuh Konflik

Keluarga dari para tahanan politik di Venezuela memulai aksi mogok makan di luar sebuah penjara di Caracas. Mereka menuntut pemerintah segera mengesahkan undang-undang amnesti yang dijanjikan sekaligus membebaskan seluruh tahanan politik.

Rencana amnesti ini menjadi langkah pusat dalam reformasi yang dilakukan oleh Delcy Rodriguez, pemimpin sementara Venezuela. Sejak pasukan khusus AS menangkap mantan presiden Nicolas Maduro dalam operasi di awal Januari, undang-undang ini diharap bisa mengakhiri hampir tiga dekade penindasan politik.

Amnesti tersebut dirancang untuk membebaskan mereka yang dituduh secara politik selama pemerintahan Maduro dan Hugo Chavez. Namun, pembebasan massal yang dijanjikan pada tanggal 8 Januari tidak terjadi, dan prosesnya berjalan lambat dengan pembebasan satu per satu.

Di Caracas, sekitar sepuluh perempuan yang merupakan keluarga tahanan melakukan aksi tidur berbaris di depan markas polisi nasional Zona 7. Kondisi mereka memakai masker medis dan sebagian tertidur untuk mengurangi rasa lapar.

Evelin Quiaro, seorang pejabat imigrasi yang anaknya ditahan sejak November atas tuduhan terorisme, mengatakan aksi ini merupakan langkah drastis yang diperlukan. Ia menegaskan mereka akan bertahan sampai semua tahanan dibebaskan.

Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengumumkan pembebasan 17 tahanan melalui media sosial. Ia mengajak warga Venezuela untuk terus menempuh jalan damai demi membangun “koeksistensi demokratis.”

Salah satu yang dibebaskan adalah pemimpin serikat Jose Elias Torres yang ditahan sejak November, menurut kelompok advokasi. Namun, pembahasan mengenai amnesti masih menemui hambatan di parlemen, khususnya terkait aturan wajib hadir di pengadilan untuk mengajukan amnesti.

Beberapa poin penting terkait situasi tahanan politik dan amnesti di Venezuela:
1. Ada 431 tahanan politik yang sudah ditawarkan pembebasan bersyarat.
2. Masih ada 644 tahanan politik yang belum dilepas.
3. Undang-undang amnesti mencakup tuduhan pengkhianatan, terorisme, dan penyebaran kebencian.
4. Parlemen belum mencapai kesepakatan final terkait prosedur pengajuan amnesti.

Emil Brandt, koordinator wilayah partai oposisi Maria Corina Machado, dibebaskan setelah dua tahun ditahan. Ia menegaskan perjuangan pembebasan para tahanan politik masih berlanjut dan menargetkan pembebasan semua aktivis oposisi.

Delcy Rodriguez mengambil alih kepemimpinan dengan dukungan Presiden AS saat itu, Donald Trump, yang juga mengendalikan penjualan minyak Venezuela. Tekanan dari AS dinilai mempercepat proses pembebasan tahanan politik.

Seiring transisi pasca-Maduro berjalan, ketakutan yang lama ditanam oleh negara mulai memudar. Ribuan pendukung oposisi berkumpul di jalan-jalan Caracas menuntut pembebasan semua tahanan politik.

Situasi ini menunjukkan dinamika politik Venezuela yang sedang memasuki babak baru, di mana keadilan dan pembebasan tahanan menjadi aspek krusial dalam membangun perdamaian. Pemerintah dan parlemen masih harus menyelesaikan perdebatan hukum agar amnesti dapat terlaksana sepenuhnya.

Terkait