Kanselir Jerman, Friedrich Merz, memperingatkan adanya “perpecahan mendalam” antara Eropa dan Amerika Serikat yang berisiko melemahkan posisi kedua pihak. Dia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan cukup kuat jika bertindak sendiri dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam pidatonya di Munich Security Conference, Merz mengajak Eropa dan AS untuk bersama-sama memperbaiki dan menghidupkan kembali kepercayaan trans-Atlantik. Dia menggambarkan situasi saat ini sebagai “era persaingan kekuatan besar” yang menuntut solidaritas dan kerja sama lebih erat antara kedua kawasan.
Kepentingan Bersama dalam Aliansi NATO
Merz beralih menggunakan bahasa Inggris untuk menyapa “teman-teman Amerika,” serta menyoroti hubungan rumit AS dengan NATO selama pemerintahan Trump. Dia menegaskan bahwa menjadi bagian dari aliansi ini bukan hanya keuntungan kompetitif bagi Eropa, melainkan juga bagi Amerika Serikat. Pernyataan ini menekankan pentingnya NATO sebagai pilar keamanan bersama di tengah gejolak geopolitik saat ini.
Pemimpin Jerman itu juga mengakui bahwa tatanan dunia lama selama ini memang tidak sempurna. Namun, dia mengingatkan bahwa tatanan internasional yang berbasis pada norma dan aturan kini tengah hancur dan harus segera diperbaiki guna mencegah kekacauan yang lebih besar.
Perbedaan Nilai dan Politik antara Eropa dan AS
Merz menanggapi pidato kontroversial Wakil Presiden AS J.D. Vance tahun lalu, yang menyebutkan ancaman “dari dalam” terhadap Eropa akibat mundurnya sebagian nilai fundamental bersama dengan AS. Merz menolak mengadopsi “perang budaya” ala gerakan MAGA (Make America Great Again), dan menegaskan bahwa kebebasan berbicara di Eropa dibatasi oleh penghormatan terhadap martabat manusia dan konstitusi.
Lebih jauh, Merz menegaskan sikap Eropa yang berbeda dari kebijakan Trump, terutama soal perubahan iklim dan kesehatan global. Jerman tetap berkomitmen pada perjanjian iklim Paris dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena percaya bahwa tantangan global hanya bisa diatasi secara kolektif. Sebagai catatan, pada Januari lalu AS secara resmi mundur dari WHO di bawah arahan Trump, yang menuai kritik luas dari para ahli kesehatan dunia.
Respon dari Pemerintah AS
Menanggapi pernyataan Merz, juru bicara Gedung Putih mengatakan AS menganggap penting mengingatkan “teman-teman Eropa” agar mengikuti arahan Presiden terkait kebijakan migrasi, energi, dan ideologi politik. Mereka menilai kegagalan mengikuti hal tersebut dapat berisiko pada kehancuran di wilayah Eropa sendiri, menunjukkan ketegangan yang terus bertahan antara kedua blok.
Negosiasi Perdamaian dan Isu Nuklir
Sementara itu, Merz turut membahas pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai “deterrence nuklir.” Hal ini berkaitan dengan konteks negosiasi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina yang sedang berlangsung, di mana Eropa berperan aktif. Kerjasama dalam isu ini menjadi indikator penting bagi stabilitas regional dan hubungan trans-Atlantik ke depan.
Pandangan Para Pemimpin Dunia Lainnya
Pernyataan Merz serupa dengan kekhawatiran yang disampaikan oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney di World Economic Forum. Carney menilai tatanan dunia lama tidak akan kembali dan menyoroti bagaimana kekuatan besar menggunakan tekanan ekonomi untuk mencapai tujuan mereka. Ia mendorong kekuatan menengah, termasuk Eropa, untuk lebih aktif melawan dominasi tersebut.
Perwakilan AS di Munich dan Tantangan Geopolitik Baru
Presiden AS tidak hadir di konferensi ini, digantikan oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang menyampaikan pidato penting. Rubio memperingatkan era geopolitik baru yang memerlukan penataan kembali strategi dan peran semua negara. Dalam pertemuan dengan Merz, keduanya membahas berbagai tantangan global, termasuk keamanan rantai pasokan dan upaya perdamaian Rusia-Ukraina.
Kedua pejabat ini juga mengapresiasi dukungan kuat Jerman terhadap Ukraina, termasuk bantuan finansial lebih dari $76 miliar sejak 2022. Kerja sama lanjutan terkait rekonstruksi pascakonflik menjadi fokus utama dalam kemitraan bilateral dan trans-Atlantik ke depan.





