
Dua orang pemain ski meninggal dunia akibat longsoran salju yang terjadi pada jalur ski populer di Mont Blanc, dekat perbatasan Prancis-Swiss. Kejadian tragis ini terjadi di sisi Italia dari massif Mont Blanc, tepatnya di rute off-piste Couloir Vesses di Courmayeur, wilayah Val Veny bagian atas, kata pihak berwenang Italia.
Tiga pemain ski tersapu oleh longsoran salju pada Minggu pagi. Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan 15 petugas, tiga unit anjing pelacak, serta dua helikopter. Salah satu korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi parah akhirnya meninggal dunia.
Selain itu, terdapat laporan tentang seseorang yang tertimbun sebagian dalam longsoran salju di Trentino namun berhasil diselamatkan oleh rekan-rekannya. Kejadian ini menjadi bagian dari musim yang sangat berbahaya bagi pegunungan Alpen Italia.
Dalam seminggu terakhir, korban jiwa akibat longsoran salju dan kecelakaan gunung di Italia telah mencapai angka 13, menjadikan ini salah satu periode dengan korban terbanyak yang pernah tercatat. Dari jumlah tersebut, 10 kematian disebabkan oleh longsoran salju yang dipicu oleh lapisan salju yang tidak stabil.
Cuaca ekstrem dinilai menjadi penyebab utama kondisi ini. Curah salju yang tinggi dibarengi angin kencang telah membentuk tumpukan salju yang rapuh dan berpotensi mudah longsor. “Lapisan lemah yang persisten di bawah salju segar dan angin membuat longsoran sulit diprediksi dan mudah dipicu oleh pelintas,” jelas National Alpine and Speleological Rescue Corps.
Berikut ini ringkasan faktor risiko longsoran salju di Mont Blanc dan sekitarnya:
1. Lapisan salju bawah yang rapuh dan tidak stabil.
2. Salju baru yang menutup lapisan rapuh, menciptakan ketidakpastian.
3. Angin kencang yang membentuk gundukan salju mudah longsor.
4. Aktivitas manusia, meski hanya satu pelintas, dapat memicu longsoran.
Cuaca yang menggoda dengan salju segar mendorong banyak penggemar ski dan pendaki datang ke wilayah tersebut. Namun, menurut Federico Catania, juru bicara Italian Alpine Rescue, peningkatan jumlah pengunjung juga diikuti dengan peningkatan jumlah kecelakaan dan korban jiwa.
Kota Courmayeur sendiri terletak sekitar 200 kilometer barat laut Milan, yang merupakan salah satu penyelenggara Olimpiade Musim Dingin. Meski kawasan pegunungan menunjukkan risiko tinggi, pihak berwenang menegaskan bahwa lokasi kompetisi Olimpiade di Lombardy, Venesia, dan Trentino tetap aman dan diawasi ketat.
Para pejabat menegaskan bahwa kawasan resort ski yang dikelola dengan baik masih aman. “Tidak ada bahaya bagi orang yang bermain ski di dalam area resort yang dikelola, terutama di lokasi Olimpiade yang diawasi secara intensif,” kata Catania.
Dalam menghadapi situasi ini, tim penyelamat dan operator resort terus meningkatkan pengawasan dan prosedur keselamatan. Hujan salju dan angin yang tidak menentu menuntut kewaspadaan ekstra dari para pegiat olahraga salju agar menghindari jalur off-piste terutama di daerah dengan risiko tinggi longsoran.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian saat menjelajahi wilayah pegunungan yang rentan longsor salju. Pengunjung diimbau untuk selalu memperhatikan peringatan cuaca dan mengikuti panduan keselamatan dari petugas profesional.





