Six perusahaan yang dikaitkan dengan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew Mountbatten-Windsor, tengah dalam proses penutupan. Langkah ini mengikuti rilis terbaru dokumen terkait Jeffrey Epstein yang mengungkap kedekatan Ferguson dengan pelaku kejahatan seksual tersebut.
Sarah Ferguson tercatat sebagai direktur tunggal di keenam perusahaan tersebut. Mereka mengajukan permohonan penghapusan di register resmi Companies House di Inggris dalam beberapa hari terakhir. Register ini adalah tempat pencatatan resmi hampir semua bisnis, yang mewajibkan pengungkapan data direktur dan laporan tahunan.
Tidak jelas layanan spesifik apa yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan ini. Salah satunya bergerak di bidang hubungan masyarakat dan komunikasi. Ada juga perusahaan yang beroperasi sebagai bisnis ritel.
Penutupan ini terjadi menyusul rilis dokumen baru dari Departemen Kehakiman AS. Dokumen yang sering disebut sebagai “Epstein files” ini memicu perhatian baru terhadap Mountbatten-Windsor dan Ferguson karena hubungan mereka dengan Epstein. Epstein sendiri pernah dihukum atas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Juru bicara Ferguson mengatakan bahwa mantan duchess ini memutuskan hubungan dengan Epstein segera setelah mengetahui luasnya tuduhan terhadapnya. Namun dokumen terbaru menyiratkan kenyataan berbeda.
Dalam dokumen tersebut terlihat Ferguson tetap berkomunikasi dengan Epstein. Ia bahkan mengunjungi Epstein di Miami lima hari setelah Epstein keluar dari penjara pada 2009. Epstein menjalani hukuman 13 bulan dari 18 bulan atas dakwaan prostitusi anak di bawah umur.
Catatan korespondensi menunjukkan bahwa Ferguson memiliki keakraban emosional yang kuat dengan Epstein pada masa itu. Pada Januari 2010, Ferguson menulis: “Kau adalah legenda. Aku benar-benar tak bisa mengungkapkan, cintaku, terima kasih atas kedermawanan dan kebaikanmu. Aku siap berbakti, menikahilah aku.”
Pada Agustus 2009, Ferguson menyebut Epstein sebagai “saudara yang selalu kuinginkan.” Keluarga Mountbatten-Windsor juga tidak luput dari perhatian karena putri-putrinya, Putri Beatrice dan Eugenie, turut disebut dalam dokumen tersebut.
Wartawan CNN sudah menghubungi perwakilan Ferguson untuk meminta komentar terkait isi dokumen Epstein dan pengajuan penutupan perusahaan. Namun, keberadaan nama dalam dokumen tersebut tidak menunjukkan adanya kesalahan hukum. Andrew Mountbatten-Windsor sebelumnya menegaskan tidak bersalah terkait hubungan dengan Epstein.
Tidak hanya perusahaan, yayasan amal milik Ferguson yaitu “Sarah’s Trust” juga mengumumkan penutupan sementara setelah beberapa bulan diskusi internal. Ini diumumkan setelah tersebarnya dokumen pada Januari.
Berikut adalah enam perusahaan yang akan ditutup sesuai permohonan di Companies House:
1. Philanthrepreneur Limited
2. Fergie’s Farm Limited
3. La Luna Investments Limited
4. Solamoon Limited
5. Planet Partners Productions Limited
6. S. Phoenix Events Limited
Menurut aturan pemerintah Inggris, perusahaan bisa dihapus dari register jika tidak melakukan aktivitas bisnis dalam 3 bulan terakhir dan memenuhi persyaratan lainnya.
Situasi ini semakin menguatkan sorotan global terhadap jejak bisnis dan hubungan sosial mantan duchess Sarah Ferguson dengan pelaku kasus pelecehan seksual Jeffrey Epstein. Penutupan perusahaan-perusahaan ini diperkirakan menjadi langkah strategis penyikapan terhadap dampak reputasi yang terus berkembang.





