Uni Eropa (UE) resmi membuka penyelidikan terhadap Shein terkait penjualan boneka seks dengan tampilan anak-anak dan fitur desain yang dianggap "adiktif". Penyelidikan ini menjadi langkah pertama Komisi Eropa terhadap platform tersebut di bawah aturan Digital Services Act (DSA), sebuah regulasi besar yang bertujuan untuk memberantas konten dan produk ilegal di ranah digital.
Penyelidikan ini menyusul kecaman dari otoritas Prancis setelah mereka menemukan penjualan boneka seks yang menyerupai anak-anak di situs Shein. Komisi Eropa juga menyoroti kurangnya transparansi dalam sistem rekomendasi produk Shein yang diduga memicu penyebaran barang ilegal, termasuk materi pelecehan seksual terhadap anak.
Fokus Penyelidikan UE Terhadap Shein
Komisi Eropa akan memeriksa bagaimana Shein mengelola sistem pencegahan penjualan produk ilegal di seluruh 27 negara anggota UE. Selain boneka seks tersebut, penyelidikan juga mencakup produk berbahaya seperti senjata, mainan, pakaian, kosmetik, dan elektronik yang tidak memenuhi standar keamanan atau aturan UE.
Penyidik juga memfokuskan perhatian pada mekanisme desain "adiktif" yang diterapkan oleh Shein. Platform ini diketahui memberikan poin atau hadiah sebagai dorongan keterlibatan pengguna, yang dikhawatirkan berdampak negatif pada kesejahteraan pengguna dan perlindungan konsumen secara online.
Seorang pejabat UE menyatakan kekhawatirannya bahwa Shein tampaknya meremehkan risiko tersebut dalam penilaian mereka dan belum mengimplementasikan langkah-langkah proporsional untuk mengatasi persoalan ini. Selain itu, pihak berwenang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai algoritma rekomendasi yang digunakan Shein untuk menyesuaikan konten kepada pengguna.
Tindakan Shein dan Dampak Regulasi DSA
Menanggapi protes yang muncul di Prancis, Shein segera menghapus produk boneka tersebut dan melarang penjualan boneka seks secara global terlepas dari tampilannya. Dalam pernyataan resmi, perusahaan menyatakan akan tetap bekerja sama dengan Komisi Eropa dan mendukung tujuan menciptakan lingkungan daring yang aman dan terpercaya.
Shein termasuk dalam lebih dari 20 platform online besar yang wajib mematuhi aturan DSA, yang jika dilanggar bisa berujung pada denda hingga enam persen dari omzet global atau bahkan larangan operasional. Selain Shein, ada pula penyelidikan DSA lain yang berlangsung terhadap AliExpress dan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, X, dan TikTok.
Baru-baru ini, UE juga meminta TikTok melakukan perubahan pada fitur desainnya yang dianggap terlalu "adiktif". Regulasi DSA mendapat kritik dari kalangan pemerintahan AS terdahulu yang menilai aturan ini sebagai bentuk sensor.
Komisi menegaskan bahwa dimulainya proses penyelidikan ini belum menentukan hasil akhir dan tidak ada batas waktu penyelesaian. Shein diberi kesempatan untuk mengajukan komitmen demi memenuhi kekhawatiran UE terkait praktik dan produk mereka.
Penyelidikan ini menggambarkan upaya berkelanjutan Uni Eropa dalam menegakkan standar keamanan serta etika di platform digital guna melindungi konsumen, khususnya anak-anak, dari konten dan produk berbahaya di dunia maya.





