Bangladesh kini memiliki Perdana Menteri baru, Tarique Rahman, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai sosok bayang-bayang dari orang tuanya. Pada usia 60 tahun, pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) ini mengambil alih jabatan setelah partainya meraih kemenangan besar dalam pemilu parlemen beberapa waktu lalu.
Kemenangan tersebut terjadi di tengah perubahan besar politik nasional, setahun setengah setelah kerusuhan yang menggulingkan pemerintahan ketat sebelumnya di bawah Sheikh Hasina. Tarique Rahman resmi dilantik dan memimpin mayoritas dua pertiga di parlemen Bangladesh.
Latar Belakang Keluarga dan Politik
Tarique Rahman merupakan putra dari pasangan pemimpin politik ternama Bangladesh, Presiden Ziaur Rahman dan mantan Perdana Menteri Khaleda Zia. Ayahnya wafat akibat pembunuhan pada 1981 saat Tarique masih remaja, sedangkan ibunya meninggal dunia tidak lama setelah Tarique kembali dari pengasingan di Inggris. Keluarga Rahman-Zia dikenal sebagai salah satu dinasti politik paling berpengaruh di Bangladesh dengan persaingan panjang melawan keluarga Sheikh yang dikaitkan dengan pemerintahan sebelumnya.
Tarique mengaku akan melanjutkan warisan orang tuanya dengan tekad melakukan yang lebih baik. Saat tiba kembali di Bangladesh setelah 17 tahun di pengasingan, ia menyatakan sedang mengalami perasaan campur aduk antara sukacita pulang dan duka karena kehilangan ibunda.
Jejak Politik dan Kontroversi
Sejak kecil, Tarique Rahman sudah akrab dengan politik, bahkan pernah ditahan saat perang kemerdekaan Bangladesh. Ia menjadi figur sentral dalam BNP dan dikenal sebagai “salah satu tahanan perang termuda.” Namun, perjalanan politiknya juga mengalami bayang-bayang kontroversi. Ia pernah dituduh korupsi dan penyiksaan, yang membuatnya harus melarikan diri ke London pada 2008.
Beberapa dokumen diplomatik Amerika Serikat menggambarkan Tarique sebagai sosok yang menimbulkan kekhawatiran dan dikaitkan dengan praktik korupsi besar serta kekerasan politik. Tuduhan paling seriusnya adalah keterlibatan dalam serangan granat pada 2004, yang kemudian dibatalkan setelah perubahan rezim dan kekuasaannya kembali di BNP.
Tantangan dan Visi Pemerintahan
Sebagai Perdana Menteri baru, Tarique Rahman menghadapi tugas besar untuk membangun kembali negara yang ia klaim telah hancur selama pemerintahan sebelumnya. Ia sadar bahwa mandat yang dipegangnya begitu berat dan harus mampu mewujudkan perubahan nyata bagi rakyat Bangladesh yang berjumlah sekitar 170 juta jiwa.
Rahman menetapkan fokus untuk mewujudkan demokrasi dan mencabut stagnasi politik yang selama ini membekap negeri itu. Ia juga menegaskan pentingnya menghormati para pejuang demokrasi yang mendukung kemenangan partainya.
Fakta Singkat Mengenai Tarique Rahman:
- Berusia 60 tahun saat dilantik sebagai Perdana Menteri.
- Pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) yang memperoleh mayoritas parlemen.
- Putra Presiden Ziaur Rahman dan mantan PM Khaleda Zia.
- Menghabiskan 17 tahun di pengasingan di Inggris.
- Pernah dituduh korupsi dan penyiksaan, namun membantah dan mengaku tuduhan bermotif politik.
- Menerima mandat setelah penurunan rezim sebelumnya dalam pemilu.
Tarique Rahman kini menjadi pusat perhatian politik di Bangladesh, menggantikan era pemerintahan lama dengan kesempatan untuk memimpin secara mandiri. Keberhasilannya dalam mereformasi dan membawa stabilitas ke negara yang multietnis dan padat penduduk ini akan menjadi sorotan global dalam waktu dekat.





