Bangladesh resmi memiliki Perdana Menteri baru, Tarique Rahman, yang dilantik setelah memenangkan pemilihan umum dengan kemenangan besar. Ia menjadi pemimpin pertama yang terpilih sejak pergolakan berdarah pada tahun 2024 yang mengguncang negara tersebut.
Tarique Rahman, yang berusia 60 tahun, memikul tugas berat. Prioritas utamanya adalah memperbaiki keamanan nasional dan menyatukan bangsa yang terpecah akibat rivalitas politik yang tajam.
Latar Belakang dan Tantangan Pemerintahan Baru
Rahman menggantikan pemerintahan sementara yang telah mengelola negara selama 18 bulan sejak rejim otokratis Sheikh Hasina jatuh. Dalam upacara pelantikan yang disiarkan secara langsung oleh televisi nasional dan dipimpin oleh Presiden Mohammed Shahabuddin, Rahman berjanji akan menjalankan tugas perdana menteri sesuai hukum yang berlaku.
Sebagai ketua partai BNP dan anggota keluarga politik yang berpengaruh di Bangladesh, Rahman membawa harapan besar untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi negara berpenduduk 170 juta jiwa ini. Ia berjanji akan memulihkan stabilitas politik sekaligus menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi yang sempat terganggu.
Pemilu dan Dinamika Politik Terbaru
Dalam pemilu 12 Februari, koalisi yang dipimpin oleh BNP memenangkan 212 kursi, sementara aliansi Jamaat-e-Islami memperoleh 77 kursi. Meskipun Jamaat berhasil memperbesar jumlah kursinya hingga empat kali lipat, partai ini melayangkan protes terhadap hasil di 32 daerah pemilihan.
Pimpinan Jamaat, Shafiqur Rahman, menyatakan bahwa partainya akan berperan sebagai oposisi yang waspada, berprinsip, dan damai. Sedangkan partai Awami League yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Sheikh Hasina tidak diizinkan mengikuti pemilu. Hasina sendiri kini berada dalam pelarian di India dan telah divonis hukuman mati secara in absentia atas tuduhan kejahatan kemanusiaan.
Dukungan Internasional dan Kondisi Sosial
India menyambut kemenangan BNP sebagai kemenangan yang menentukan, menandai perubahan sikap setelah periode hubungan yang tegang. Di parlemen yang baru terbentuk, terdapat tujuh wanita yang terpilih langsung dan akan ditambah 50 kursi khusus wanita yang dibagi berdasarkan proporsi suara partai, guna mendorong representasi gender.
Selain itu, empat wakil dari komunitas minoritas berhasil duduk di parlemen, termasuk dua anggota komunitas Hindu yang jumlahnya sekitar tujuh persen dari populasi mayoritas Muslim di Bangladesh.
Prospek dan Harapan bagi Pemerintahan Rahman
Meskipun pemilu berjalan relatif damai tanpa kerusuhan besar, tantangan politik dan ekonomi tetap besar. Rahman sendiri mengakui kondisi negara yang rentan akibat ekonomi yang rapuh, kerusakan institusi hukum, serta situasi keamanan yang memburuk.
Menurut analis Krisis Group, Thomas Kean, pemerintah baru yang mampu mengelola ekonomi dengan baik dapat membawa stabilitas yang akan mempermudah penanganan tantangan lainnya. Keberhasilan ini juga diharapkan memperkuat kepercayaan investor dan mendukung posisi Bangladesh sebagai eksportir pakaian jadi terbesar kedua di dunia.
Setelah pelantikan perdana menteri, jajaran menteri kabinet juga menjalani sumpah jabatan sebagai tanda komitmen mereka terhadap pemerintahan baru. Para anggota parlemen seluruhnya telah mengucapkan sumpah kesetiaan kepada negara dalam proses yang diawasi oleh Komisioner Pemilu AMM Nasir Uddin.
Dengan posisi penting sebagai negara penghasil produk tekstil terbesar kedua, upaya pemerintahan Tarique Rahman untuk menstabilkan politik dan ekonomi menjadi titik krusial bagi masa depan Bangladesh yang lebih sejahtera dan damai.





