17 Tewas dalam Bom dan Serangan Teroris Mematikan di Pakistan, Polisi Terancam sebagai Sasaran Serangan Preman Proksi India

Sedikitnya 17 orang tewas dalam dua serangan bom dan baku tembak antara pasukan keamanan dan kelompok militan di wilayah barat laut Pakistan. Insiden ini terjadi di provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan mengakibatkan korban jiwa termasuk 14 petugas keamanan serta tiga warga sipil, salah satunya seorang anak perempuan.

Serangan bom pertama melibatkan sebuah kendaraan yang dipenuhi bahan peledak yang menabrak tembok di dekat pos pemeriksaan di distrik Bajaur. Ledakan tersebut menewaskan 11 petugas keamanan dan satu anak perempuan, serta melukai tujuh warga lain akibat kerusakan parah pada bangunan sekitar. Militer Pakistan menyebut serangan ini sebagai aksi teroris pengecut yang didalangi oleh kelompok proxy asal India.

Selain itu, serangan kedua terjadi di kota Bannu, di mana bom yang ditanam dalam sebuah becak meledak di depan sebuah kantor polisi Miryan. Ledakan ini menewaskan dua warga sipil dan melukai 17 orang lainnya. Kejadian ini menambah rentetan serangan yang semakin intens di daerah-daerah perbatasan dengan Afghanistan.

Di kota lainnya, Shangla, tiga anggota kepolisian dan tiga militan tewas dalam baku tembak saat operasi pencarian. Polisi setempat menyatakan ketiga militan tersebut terlibat dalam serangkaian serangan yang menargetkan warga negara China, yang belakangan ini sering menjadi sasaran kekerasan.

Investasi China di Pakistan, khususnya melalui proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), telah mencapai miliaran dolar dalam pengembangan infrastruktur dan energi. Namun, proyek-proyek ini memicu ketegangan dan menimbulkan rasa permusuhan dari kelompok militan yang menentang kehadiran serta pengaruh Beijing di wilayah tersebut.

Serangan terhadap warga China dan fasilitas terkait sudah pernah terjadi, seperti insiden serangan bom bunuh diri yang menewaskan lima pekerja China dan sopir mereka tahun lalu di jalur Karakoram. Beijing tetap menjadi sekutu utama Islamabad dengan secara rutin memberikan dukungan finansial untuk membantu negara tersebut mengatasi berbagai tantangan ekonomi dan keamanan.

Pihak kepolisian Khyber Pakhtunkhwa menyatakan bahwa operasi pengamanan dilaksanakan untuk menghadapi ancaman terus menerus yang berpotensi mengganggu jalur strategis dan proyek pembangunan China yang ada. Kejadian terbaru ini menyoroti situasi keamanan yang masih sangat genting di beberapa bagian Pakistan barat laut.

Berita Terkait

Back to top button