Tekanan AS Memuncak, Zelenskiy Hadapi Dilema Berat Saat Pembicaraan Damai Ukraine-Rusia Memanas di Jenewa Hari Kedua

Pembicaraan perdamaian antara Ukraina dan Rusia kembali memasuki hari kedua di Jenewa dengan tekanan yang meningkat khususnya terhadap Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan bahwa Amerika Serikat memberikan tekanan berlebih agar konflik yang telah berjalan empat tahun itu segera diakhiri.

Dialog yang dimediasi oleh Amerika Serikat ini berlangsung di Swiss, di mana Presiden AS Donald Trump beberapa kali menyampaikan bahwa Ukraina dan Zelenskiy harus mengambil langkah konkret agar pembicaraan berjalan dengan sukses. Zelenskiy dalam wawancara dengan Axios menyebut tekanan publik Trump yang hanya menuntut Ukraina untuk berkontribusi dalam negosiasi sebagai hal yang tidak adil.

Presiden Zelenskiy menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menerima rencana damai yang mengharuskan mereka menyerahkan wilayah yang tidak jatuh ke tangan Rusia, khususnya di wilayah Donbas bagian timur. Jika hal semacam itu diajukan lewat referendum, maka mayoritas rakyat Ukraina akan menolaknya. “Saya berharap ini hanya taktik Trump, bukan keputusan sebenarnya,” kata Zelenskiy kepada Axios.

Zelenskiy juga mengapresiasi upaya perdamaian Trump dan menyebut hubungan dengan para negosiator tinggi AS seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner tidak diwarnai tekanan serupa. Sementara itu, Trump kepada awak media menegaskan, “Ukraina harus segera datang ke meja perundingan.”

Pemimpin delegasi Ukraina, Rustem Umerov, mengungkapkan bahwa pembicaraan hari pertama lebih banyak membahas soal isu praktis dan mekanisme keputusan tanpa menjelaskan detail lebih lanjut. Sementara pihak Rusia memilih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait jalannya pembicaraan.

Laporan dari media Rusia menyebutkan bahwa diskusi berlangsung sangat ketat dan berlangsung selama enam jam dalam beberapa sesi bilateral maupun trilateral. Sebelum pembicaraan dimulai, Umerov mengingatkan agar tidak terlalu berharap langkah besar dari putaran pembicaraan kali ini karena tim Ukraina menjalani proses tanpa ekspektasi berlebihan.

Dalam pidato malam sebelumnya, Zelenskiy mengaku menunggu laporan dari tim negosiator di Jenewa. Ia menyatakan kesiapannya untuk segera bergerak menuju kesepakatan yang bermartabat guna mengakhiri perang. Namun, ia juga mempertanyakan, “Apa sebenarnya yang diinginkan Rusia?”

Pertemuan di Jenewa ini mengikuti dua putaran pembicaraan yang dimediasi AS di Abu Dhabi yang berakhir tanpa terobosan signifikan. Kedua pihak masih jauh berbeda pendapat terutama mengenai kontrol wilayah di timur Ukraina.

Pada hari Rabu pagi, Steve Witkoff menyampaikan optimisme atas hasil langkah-langkah yang dilakukan Trump dalam mempertemukan kedua belah pihak. Menurut Witkoff, “Keberhasilan Presiden Trump mengumpulkan kedua belah pihak telah membawa kemajuan berarti dan kami bangga bekerja di bawah kepemimpinannya untuk menghentikan pembunuhan dalam konflik tragis ini.” Ia menambahkan bahwa kedua pihak setuju untuk melaporkan kepada pemimpin mereka masing-masing dan melanjutkan upaya mencapai kesepakatan.

Berbagai dinamika dan tekanan yang dihadapi Kyiv menggambarkan kompleksitas upaya perdamaian yang berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang intens. Hasil akhir dari perundingan ini akan sangat bergantung pada kemampuan kedua pihak menemukan titik temu terutama terkait wilayah sengketa yang sudah lama menjadi sumber konflik.

Berita Terkait

Back to top button