
Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan dengan Mauritius terkait keberlanjutan kehadiran militernya di Kepulauan Chagos yang baru saja dikembalikan oleh Inggris. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di ibu kota Mauritius, Port Louis, dan bertujuan membahas pengelolaan pangkalan militer strategis di Diego Garcia.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa fokus pembicaraan adalah “implementasi efektif pengaturan keamanan bagi pangkalan untuk memastikan operasi jangka panjang dan terjamin.” Selain dengan Mauritius, AS juga melakukan konsultasi dengan Inggris terkait hal ini.
Latar Belakang Kepulauan Chagos
Kepulauan Chagos pernah berada di bawah kontrol Inggris setelah Mauritius merdeka pada 1960-an. Inggris kemudian mengusir ribuan warga Chagos, yang hingga kini menuntut kompensasi lewat jalur hukum. Pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer di Inggris mencapai kesepakatan untuk mengembalikan pulau-pulau ini kepada Mauritius dan menawarkan sewa pangkalan AS-Inggris selama satu abad.
Kesepakatan tersebut mendapat tanggapan beragam dari pejabat AS. Sekretaris Negara Marco Rubio menyebutnya sebagai sebuah langkah “bersejarah.” Namun, Presiden Donald Trump awalnya mengkritik perjanjian ini secara keras di media sosial, menyebutnya “tindakan kebodohan besar” yang menurutnya menjadi alasan bagi AS untuk menguasai Greenland dari sekutu Denmark.
Dinamika Politik dan Keamanan
Setelah mempertimbangkan kembali, Trump menyatakan menerima kesepakatan tersebut setelah berdialog dengan Starmer. Hal ini menegaskan pentingnya hubungan bilateral dan kepentingan strategis di kawasan Samudra Hindia yang menjadi pusat perhatian global.
Kepulauan Chagos, khususnya Diego Garcia, merupakan lokasi pangkalan militer vital bagi operasi militer AS dan Inggris di Asia dan Afrika. Dengan adanya kesepakatan baru, kedua negara berupaya memastikan stabilitas dan keberlanjutan operasi di wilayah tersebut.
Poin Penting Kesepakatan dan Pembicaraan
- Pengembalian Kepulauan Chagos ke Mauritius oleh Inggris.
- Penyewaan pangkalan militer Diego Garcia oleh AS dan Inggris selama 100 tahun.
- Diskusi lanjutan antara AS dan Mauritius mengenai pengaturan keamanan pangkalan.
- Konsultasi bilateral AS dan Inggris untuk mengelola dampak politik dan keamanan dari peralihan ini.
AS mendukung keputusan Inggris dalam proses pengembalian Kepulauan Chagos ke Mauritius. Langkah ini diharapkan dapat mendorong stabilitas geopolitik di Samudra Hindia dan memperkuat kerjasama antara ketiga negara dalam menjaga keamanan kawasan.
Pembicaraan yang akan berlangsung di Port Louis tersebut menjadi momen krusial bagi masa depan pangkalan militer Diego Garcia. Keberlangsungan operasi militer AS dan Inggris di area ini penting dalam konteks strategi pertahanan regional dan global.





