Reverend Jesse Jackson, tokoh utama dalam perjuangan hak sipil Amerika Serikat, meninggal dunia pada usia 84 tahun. Keluarganya menyampaikan bahwa Jackson wafat dengan tenang pada Selasa pagi, meskipun penyebab pasti kematiannya belum dirilis.
Jackson dikenal sebagai suara penting perjuangan kaum kulit hitam yang telah aktif lebih dari enam dekade. Ia mulai dikenal luas setelah berbaris bersama Martin Luther King Jr. pada tahun 1960-an dan menjadi kandidat calon presiden dari Partai Demokrat dua kali pada dekade 1980-an.
Presiden Barack Obama menyatakan bahwa keberhasilan historisnya sebagai presiden kulit hitam pertama berhutang banyak pada perjuangan dan fondasi yang dibangun Jackson. “Kami berdiri di atas pundaknya,” tulis Obama di platform X, mengagumi peran “raksasa sejati” itu.
Jackson juga dikenal sebagai orator yang dinamis dan mediator ulung dalam berbagai konflik internasional. Ia berperan penting dalam advokasi penghapusan apartheid di Afrika Selatan serta menjadi utusan khusus untuk Afrika atas nama Presiden Bill Clinton pada 1990-an.
Sepanjang hidupnya, Jackson terlibat dalam berbagai momen penting hak sipil, termasuk di Selma dan Memphis, serta memberi dukungan kepada keluarga George Floyd pada tahun 2021 setelah vonis terhadap petugas polisi yang terlibat pembunuhan Floyd. Ia dikenal luas sebagai “pemimpin pelayan” yang memperjuangkan keadilan bagi mereka yang tertindas, tanpa suara, dan terlupakan.
Presiden AS saat ini dan mantan presiden juga memberikan penghormatan. Joe Biden mengenang Jackson sebagai sosok yang teguh mempercayai kesetaraan dan keberanian memperbaiki negara. Sementara itu, Donald Trump memuji Jackson sebagai sosok karismatik dan cerdas di media sosialnya.
Jesse Jackson lahir dengan nama Jesse Louis Burns di Greenville, Carolina Selatan, dari seorang ibu remaja dan ayah mantan petinju profesional. Ia mengganti namanya sesuai dengan ayah tirinya. Melalui perjuangan keras, ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan mulai aktif dalam gerakan sipil pada 1960, termasuk aksi duduk pertama yang diikuti di Greenville.
Selain advokasi domestik, Jackson melakukan misi diplomatik untuk membebaskan tahanan Amerika di negara-negara seperti Suriah, Irak, dan Serbia, serta mendirikan Rainbow PUSH Coalition pada 1996, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada keadilan sosial dan aktivisme politik di Chicago.
Jackson meninggalkan seorang istri dan enam anak. Keluarganya mengajak masyarakat untuk mengenang dan melanjutkan perjuangan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan cinta yang telah menjadi inti dari kehidupan Jackson selama ini.







