Chancellor Friedrich Merz menegaskan komitmennya untuk mencegah partai sayap kanan, Alternative for Germany (AfD), merusak stabilitas Jerman. Ia mengajak para anggota konservatif dalam konferensi Partai Kristen Demokrat (CDU) di Stuttgart untuk bersiap menghadapi era baru persaingan kekuatan besar yang lebih keras.
Merz menegaskan bahwa tatanan dunia yang didasarkan pada aturan yang dikenal selama ini tidak lagi berlaku. Pernyataan ini menegaskan tantangan serius yang dihadapi Jerman dan dunia dalam menghadapi perubahan geopolitik.
Penolakan terhadap AfD dan Antisemitisme
Dalam pidatonya, Merz secara jelas menolak keberadaan AfD dan antisemitisme. Ia menyampaikan, “Kita tidak akan membiarkan orang-orang dari yang disebut Alternative for Germany merusak negara kita.” Pernyataan ini mendapat sambutan meriah dari para delegasi dan mendukung posisi CDU yang menolak ekstremisme kanan.
AfD berambisi memenangkan pemilihan negara bagian pertamanya tahun ini, dengan fokus di negara bagian Sachsen-Anhalt di timur Jerman. Ancaman dari partai ini dianggap serius oleh CDU, apalagi menjelang serangkaian pemilihan negara bagian yang dimulai pada bulan depan di Baden-Württemberg dan Rheinland-Pfalz.
Tantangan Reformasi Ekonomi dan Sosial
Merz juga mengakui bahwa reformasi yang dijanjikan selama kampanye pemilu berjalan lambat. Ia menyampaikan, “Mungkin setelah pergantian pemerintah, kami tidak cukup cepat menjelaskan bahwa upaya reformasi besar ini tidak bisa dicapai dalam semalam.” Pernyataan ini menunjukkan kesadaran atas kritik publik terkait pelaksanaan reformasi.
Dalam upaya memperkuat ekonomi dan keamanan nasional, Merz menegaskan fokus pada pengurangan birokrasi, penurunan biaya energi, dan peningkatan investasi. Ia juga berjanji melanjutkan reformasi sistem kesejahteraan sosial, termasuk pengajuan proposal reformasi pensiun yang sempat memicu kontroversi di kalangan muda partainya.
Dukungan Kuat dari Partai
Pidato Merz mendapat sambutan hangat dengan tepuk tangan selama hampir sepuluh menit. Ia terpilih kembali sebagai ketua partai dengan 91% suara. Hasil ini menggambarkan dukungan kuat dari anggota CDU dan menghindarkan partai dari potensi perselisihan internal.
Konferensi partai juga membahas rencana pembatasan akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun. Namun, implementasi kebijakan ini diperkirakan akan memerlukan waktu karena peraturan media berada di tangan pemerintah negara bagian.
Menghadapi Pemilihan Negara Bagian
Pemilihan yang akan digelar di beberapa negara bagian akan menjadi ujian penting bagi CDU dan AfD. Baden-Württemberg dan Rheinland-Pfalz akan membuka rangkaian pemilu yang akan menentukan arah politik negara dalam waktu dekat. Keberhasilan atau kegagalan CDU dalam menghadapi AfD di Sachsen-Anhalt juga akan menjadi indikator kekuatan partai di wilayah yang cenderung menerima pengaruh sayap kanan.
Situasi ini mencerminkan bagaimana perubahan dunia dan dinamika politik domestik saling mempengaruhi. Merz menekankan bahwa stabilitas dan kemakmuran Jerman bergantung pada kesiapan menghadapi tantangan-tantangan baru dengan pendekatan yang rasional dan tegas.





