Mengungkap Lokasi Bahasa Paling Terancam Punah di Dunia dan Dampaknya pada Identitas Budaya Global

Lebih dari 7.000 bahasa digunakan di seluruh dunia saat ini, namun hampir 3.200 bahasa atau sekitar 44 persen di antaranya terancam punah. Kondisi ini berarti hampir setengah dari total bahasa yang dipertuturkan terancam hilang jika tidak ada upaya pelestarian.

Bahasa menjadi terancam ketika penuturnya mulai beralih menggunakan bahasa dominan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat mengajarkan bahasa tersebut kepada generasi muda. Banyak bahasa yang sebelumnya digunakan secara luas kini hanya berfungsi sebagai bahasa kedua atau ketiga.

Negara dan Wilayah dengan Bahasa Terancam Punah Terbanyak
Sebanyak 80 persen bahasa yang terancam punah terkonsentrasi di 25 negara di seluruh dunia. Wilayah Oceania merupakan daerah dengan jumlah bahasa terancam punah terbanyak, diikuti Asia, Afrika, dan Amerika.

  1. Oceania
    Di Australia, bahasa Yugambeh merupakan salah satu bahasa Aborigin yang mendekati kepunahan. Wilayah penyebarannya meliputi Gold Coast, Scenic Rim, dan Logan di Australia bagian timur. Kini, ada upaya revitalisasi yang dipimpin komunitas lokal dengan dukungan teknologi pembelajaran agar generasi muda dapat menguasainya kembali.

  2. Asia
    Bahasa Ainu di Jepang dikategorikan sebagai bahasa yang sangat terancam punah. Bahasa ini tidak dapat dipastikan hubungan genetiknya dengan keluarga bahasa lain. Menurut UNESCO, jumlah penutur aktif sangat sedikit dan hanya sebagian kecil komunitas Ainu yang masih menguasai bahasa tersebut.

  3. Afrika
    Di Ethiopia, bahasa Ongota merupakan bahasa yang sangat kritis terancam punah. Komunitas yang menjadi penuturnya tinggal di tepi barat Sungai Weito, dengan jumlah anggota komunitas sekitar 400 orang. Namun, hanya segelintir lansia yang masih mampu berbicara dalam bahasa tersebut.

  4. Amerika
    Sebagian besar bahasa asli di Amerika Utara dan Tengah berada dalam situasi terancam. Di Amerika Serikat, bahasa Louisiana Creole, yang merupakan bahasa kreol berbasis bahasa Prancis dengan pengaruh Afrika dan penduduk asli, kini umumnya hanya dikuasai oleh para lansia. Di Bolivia, bahasa Leco juga termasuk dalam kategori endangered dan hanya digunakan oleh kelompok lansia dari populasi etnis Leco yang berjumlah sekitar 13.500 orang.

  5. Eropa
    Bahasa Cornish di Inggris barat daya pernah dinyatakan punah oleh UNESCO, namun berhasil dihidupkan kembali dan sekarang masuk kategori bahasa terancam punah. Menurut sensus di Inggris dan Wales, sekitar 563 orang melaporkan menggunakan bahasa Cornish sebagai bahasa ibu pada tahun 2021.

Data Statistik Bahasa Terancam Punah

  • Terdapat 1.431 bahasa dengan jumlah penutur asli kurang dari 1.000 orang.
  • Sebanyak 463 bahasa memiliki kurang dari 100 penutur.
  • Sedangkan 110 bahasa hanya dikuasai oleh kurang dari 10 orang saja.

Selain yang terancam punah, ada pula bahasa yang sudah dorman dan punah. Bahasa dorman tidak memiliki penutur mahir tetapi masih memiliki makna sosial dan identitas bagi komunitasnya. Sedangkan bahasa punah tidak memiliki penutur sama sekali dan hilang dalam komunitas budaya maupun sosial.

Dengan sekitar 88,1 juta orang di dunia yang masih menggunakan bahasa terancam punah sebagai bahasa ibu, perlindungan dan pelestarian bahasa-bahasa ini menjadi hal penting. Penggunaan teknologi modern dan program revitalisasi bisa menjadi solusi untuk menjaga keberlangsungan bahasa tersebut.

Berita Terkait

Back to top button