Kelompok Islamic State (IS) melancarkan kritik keras terhadap presiden sementara Suriah, Ahmad al-Sharaa, menyebutnya sebagai "boneka tanpa jiwa" yang dikendalikan oleh negara-negara Barat. Pernyataan ini disampaikan melalui pesan audio dari juru bicara IS, Abu Huzaifa al-Ansari, yang juga menyerukan serangan baru ke sasaran Yahudi dan Barat di seluruh dunia.
Dalam rekaman yang dirilis akhir pekan lalu, al-Ansari mengucapkan salam kepada para pejuang IS dari pemimpin mereka, Abu Hafs al-Hashemi al-Qurayshi, yang telah memimpin kelompok tersebut selama tiga tahun terakhir. Ini merupakan pesan pertama dari IS dalam beberapa bulan pasca serangkaian serangan mematikan yang dikaitkan dengan kelompok itu di Suriah, Irak, Pakistan, dan negara lain.
Kritik terhadap Kepemimpinan Interim Suriah
Al-Ansari dengan tegas menolak kepemimpinan al-Sharaa yang naik menggantikan Bashar Assad setelah pemberontak Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menguasai Damaskus pada Desember lalu. Al-Sharaa, seorang mantan pimpinan cabang al-Qaida di Suriah, dianggap sebagai rezim yang berada di bawah pengaruh Amerika Serikat. "Suriah hari ini diatur oleh tentara Salib setelah mereka menempatkan pemimpin yang adalah boneka tanpa jiwa," kata al-Ansari dalam pesan tersebut.
Penggulingan Assad memberikan pukulan berat terhadap pengaruh Iran di Suriah, mengubah lanskap geopolitik di sana. Al-Sharaa bahkan menjadi presiden Suriah pertama yang mengunjungi Washington sejak kemerdekaan negara itu pada 1946, menunjukkan perbaikan hubungan dengan Barat.
Ancaman Serangan Baru dan Situasi Detainee IS
Pesan tersebut juga berisi ancaman akan gelombang serangan jihad yang akan kembali melanda Suriah. Al-Ansari menegaskan bahwa "Syiria telah memasuki era baru pertahanan," menandai kesiapan IS melanjutkan konflik. Meskipun tidak membahas pemindahan 5.704 tahanan IS dari penjara di bagian timur laut Suriah ke Irak, dia menyebutkan ketakutan akan kemungkinan pelarian tahanan yang dijaga ketat oleh pasukan Amerika, milisi Kurdi, dan kelompok Syiah.
Al-Ansari juga tidak menyinggung kamp al-Hol yang sebelumnya menampung lebih dari 24.000 orang yang terkait dengan IS, termasuk wanita dan anak-anak. Kamp ini sekarang hampir kosong setelah pasukan pemerintah Suriah mengambil alih dari Pasukan Demokratik Suriah yang didukung Amerika dan Kurdi bulan lalu.
Kondisi Aktual dan Tantangan IS
Walau mengalami kekalahan signifikan di Irak pada 2017 dan di Suriah dua tahun kemudian, sel-sel tidur IS masih aktif melakukan serangan mematikan. Dalam beberapa bulan terakhir, IS dituding menjadi pelaku sejumlah serangan yang menewaskan puluhan orang, termasuk serangan bulan Desember yang menewaskan tiga warga Amerika dan memicu serangan udara yang intensif oleh AS ke tempat persembunyian ekstremis di Suriah.
Sekretaris Jenderal PBB dalam laporan terbaru menyoroti upaya kontraterorisme Suriah yang berhasil menggagalkan lima percobaan pembunuhan terhadap presiden Suriah, menteri dalam negeri, dan menteri luar negeri sepanjang tahun lalu. Pemerintah Suriah secara resmi bergabung dengan koalisi yang dipimpin AS untuk memberantas IS sejak November lalu.
Data Penting Mengenai Situasi Keamanan di Suriah:
- Pemindahan tahanan IS dari Suriah ke Irak mencapai 5.704 orang dalam beberapa minggu terakhir.
- Kamp al-Hol kini hampir kosong setelah dikuasai pemerintah Suriah, sebelumnya menampung lebih dari 24.000 orang.
- Sekitar lima percobaan pembunuhan terhadap pejabat tinggi Suriah berhasil digagalkan pada tahun sebelumnya.
- Serangan berlanjut di wilayah Suriah dan Irak walau kelompok ini secara militer melemah.
Pesan ini dari IS menegaskan bahwa ancaman kelompok tersebut masih ada dan menjadi perhatian utama keamanan di kawasan Suriah dan sekitarnya. Seruan untuk melanjutkan serangan menandai sikap mereka yang ingin memanfaatkan dinamika politik baru di Suriah dan kembali menabur kekerasan di wilayah yang masih rapuh.
