Serangan oleh pemukim Israel terhadap sebuah masjid di Tepi Barat dialami oleh warga Desa Tell, dekat Nablus. Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina melaporkan upaya pembakaran sebagian Masjid Abu Bakr al-Siddiq serta coretan slogan rasis di dinding masjid tersebut.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa serangan terhadap masjid di wilayah Tepi Barat meningkat secara signifikan, dengan total 45 kejadian sepanjang tahun. Mereka mengutuk keras tindakan tersebut sebagai wujud kebiadaban yang didorong oleh sentimen rasis terhadap situs suci Islam dan Kristen di Palestina.
Saksi mata dari AFP melaporkan adanya karpet yang terbakar, pintu depan yang rusak, serta dinding dan jendela yang hitam terkena asap. Meski demikian, api tidak merambat sehingga tidak menimbulkan kerusakan struktur bangunan secara menyeluruh.
Militer Israel mengonfirmasi telah mengirim pasukan tentara dan polisi ke lokasi setelah menerima laporan dan rekaman terkait insiden pembakaran dan penggoresan grafiti. Tidak ada korban luka dalam kejadian ini, namun pencarian terhadap para pelaku masih berlangsung.
Gubernur wilayah Nablus, Ghassan Daghlas, mengecam keras serangan tersebut melalui sebuah video yang diunggah di media sosial. Ia menegaskan bahwa masjid itu merupakan milik warga Palestina dan mereka bertanggung jawab untuk membangun kembali setelah serangan.
Tepi Barat kini dihuni oleh lebih dari 500.000 warga Israel yang tinggal di pemukiman dan pos-pos yang secara internasional dianggap ilegal. Wilayah tersebut juga menjadi tempat tinggal sekitar tiga juta warga Palestina yang berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967.
Sebagian besar pemukim Israel tidak terlibat dalam tindakan kekerasan. Namun, kelompok kecil militan di antara mereka kerap dikaitkan dengan serangkaian serangan terhadap warga Palestina di wilayah tersebut.
Pemerintahan Israel saat ini dikenal sebagai salah satu yang paling kanan dalam sejarah negara itu. Pemerintahan tersebut mempercepat ekspansi pemukiman dan memberikan pengakuan resmi kepada beberapa pos pemukiman yang sebelumnya ilegal.
Serangan ini menjadi contoh terbaru dari ketegangan yang terus meningkat di wilayah yang menjadi sumber konflik panjang antara Israel dan Palestina. Pengawasan internasional dan upaya diplomasi tetap krusial untuk mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut di kawasan tersebut.







