Mantan Kepala Intelijen Sri Lanka Ditangkap Terkait Bom Bunuh Diri 2019 yang Mengguncang Bangsa dan Menguak Dugaan Keterlibatan Negara

Polisi Sri Lanka telah menangkap mantan kepala intelijen negara itu terkait dengan serangkaian ledakan bunuh diri yang terjadi pada tahun 2019 dan menewaskan hampir 270 orang. Penangkapan dilakukan oleh Departemen Investigasi Kriminal (CID) sebagai bagian dari penyelidikan mendalam terhadap serangan yang diyakini terinspirasi oleh kelompok Negara Islam (ISIS).

Mantan Mayor Jenderal Suresh Salley, yang sebelumnya dikenal luas atas perannya mengakhiri perang saudara selama 26 tahun di Sri Lanka, kini menjadi fokus utama penyelidikan. Polisi menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitan atau kelalaian Salley dalam peristiwa tragis tersebut.

Serangan Teroris 2019 dan Dampaknya

Pada Minggu Paskah tahun 2019, enam ledakan bom bunuh diri hampir bersamaan mengguncang sejumlah gereja dan hotel utama di Sri Lanka. Serangan ini dilakukan oleh dua kelompok Islam ekstrem yang menunjukkan kesetiaan mereka kepada ISIS melalui rekaman video yang dibuat sebelum aksi tersebut. Peristiwa ini mengembalikan trauma lama terkait perang saudara yang melibatkan kelompok separatis Tamil Tigers.

Serangan tersebut tidak hanya menyebabkan ribuan korban tewas dan luka, tetapi juga memperburuk ketegangan sosial dan politik di pulau tersebut. Ledakan ini menjadi salah satu tragedi terburuk dalam sejarah Sri Lanka pascaperang dan mengguncang sektor pariwisata yang sangat vital bagi ekonomi negara.

Kontroversi Keterkaitan dengan Intelijen Pemerintah

Pasca ledakan, ada sejumlah klaim yang menyebutkan bahwa pelaku memiliki hubungan dengan intelijen negara Sri Lanka. Salah satu klaim yang mencuat berasal dari wawancara Channel 4 Inggris tahun 2023, di mana seorang pria bernama Azad Maulana mengaku telah mengatur pertemuan antara Salley dan kelompok lokal bernama National Thowheed Jamath, yang terinspirasi oleh ISIS. Pertemuan ini diduga menjadi titik awal konspirasi yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan dan mendukung mantan Presiden Gotabaya Rajapaksa memenangkan pemilihan presiden pada tahun sama.

Azad Maulana sendiri merupakan juru bicara kelompok pecahan Tamil Tigers yang kemudian berubah menjadi milisi pro-pemerintah, yang membantu pemerintah mayoritas Sinhala mengalahkan pemberontak. Ia juga menyatakan bahwa wajah-wajah pelaku bom yang terlihat dalam rekaman kamera pengawas adalah orang-orang yang pernah ia kenalkan kepada Salley.

Penolakan dari Pemerintah

Meski demikian, Kementerian Pertahanan Sri Lanka secara tegas membantah adanya keterlibatan atau hubungan resmi antara pemerintah dengan para pelaku bom tersebut. Pihak berwenang masih mengusut peran individu dan organisasi terkait guna memastikan keadilan ditegakkan setelah tragedi yang mengguncang bangsa ini.

Rangkaian Fakta Penting Terkait Kasus

  1. Penangkapan dilakukan oleh CID Sri Lanka terhadap Suresh Salley, mantan kepala intelijen militer.
  2. Serangan bom bunuh diri pada 2019 menewaskan hampir 270 orang.
  3. Pelaku merupakan bagian dari dua kelompok Islam teroris yang mengaku setia pada ISIS.
  4. Dugaan pertemuan antara Salley dan kelompok radikal sebelum serangan, diungkap dalam wawancara dokumenter internasional.
  5. Pemerintah Sri Lanka membantah keterlibatan resmi dalam serangan teror tersebut.

Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya Sri Lanka untuk mengungkap secara tuntas jaringan dan mekanisme di balik serangan besar tersebut. Proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Berita Terkait

Back to top button