South Korea mencatat kenaikan angka kelahiran tahunan terbesar dalam 15 tahun terakhir. Data resmi menunjukkan peningkatan lebih dari enam persen antara tahun ini dan tahun sebelumnya.
Meskipun begitu, tingkat kelahiran masih jauh di bawah ambang batas penting yang diperlukan untuk mencegah penyusutan populasi. Negara ini menghadapi tantangan besar dengan salah satu angka fertilitas terendah di dunia.
Peningkatan Pernikahan Sebagai Faktor Utama
Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan menyatakan bahwa kenaikan angka kelahiran berkorelasi dengan peningkatan jumlah pernikahan. Park Hyun-jeong, pejabat pemerintah, menyebutkan bahwa selama 21 bulan berturut-turut terjadi peningkatan pernikahan sejak April tahun sebelumnya.
Penundaan pernikahan selama pandemi Covid-19 menjadi faktor utama, membuat banyak pasangan akhirnya menikah setelah periode tersebut. Budaya yang masih menganggap stigma terhadap orang tua tunggal membuat sebagian besar anak lahir dalam ikatan pernikahan.
Tingkat Fertilitas yang Masih Rendah
Tingkat fertilitas Korea Selatan naik sedikit dari 0,75 menjadi 0,8 anak per perempuan. Namun, angka ini masih jauh dari tingkat reproduksi pengganti sebesar 2,1, yang diperlukan untuk menstabilkan jumlah penduduk sekitar 51 juta jiwa.
Pakarnya menyatakan beberapa alasan utama di balik rendahnya angka kelahiran ini. Biaya besar dalam membesarkan anak dianggap sebagai hambatan utama bagi banyak keluarga muda di Korea Selatan.
Faktor Sosial dan Budaya yang Membatasi Pertumbuhan Populasi
Selain biaya, tekanan sosial dalam masyarakat yang sangat kompetitif juga memengaruhi keputusan memiliki anak. Mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang memadai menjadi semakin sulit, membuat pasangan menunda atau menghindari memiliki anak.
Perempuan bekerja menghadapi beban ganda, yaitu mengurus pekerjaan rumah tangga dan anak-anak sambil menjalankan karier profesionalnya. Kondisi ini menjadi penghalang besar dalam peningkatan angka kelahiran.
Upaya Pemerintah Mengatasi Krisis Demografis
Pemerintah Seoul telah menggelontorkan dana dalam bentuk tunjangan tunai untuk keluarga, dukungan perawatan anak, serta bantuan bagi pasangan yang menjalani perawatan infertilitas.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan populasi dan meringankan beban para calon orang tua.
Data Penting Terkait Kelahiran di Korea Selatan
- Kenaikan kelahiran tahunan sebesar lebih dari 6%.
- Peningkatan pernikahan selama 21 bulan berturut-turut.
- Fertilitas naik dari 0,75 menjadi 0,8 anak per wanita.
- Target fertilitas untuk populasi stabil adalah 2,1 anak per wanita.
Meskipun terjadi peningkatan, Korea Selatan masih harus menghadapi tantangan jangka panjang untuk menaikkan angka kelahiran di atas ambang batas reproduksi pengganti. Upaya yang berkelanjutan dan perubahan sosial yang mendalam diperlukan agar tren positif ini bisa berlanjut dan memengaruhi stabilitas populasi di masa depan.





