Kuba mengumumkan bahwa pasukannya menembak mati empat orang yang mencoba “menyusup” ke wilayahnya menggunakan speedboat yang terdaftar di Florida. Insiden ini terjadi di perairan teritorial Kuba di Falcones Cay, Provinsi Villa Clara, sekitar 100 mil dari Florida.
Pasukan penjaga perbatasan Kuba mendekati kapal tersebut untuk mengidentifikasi setelah memasuki wilayah perairan Kuba. Seorang penumpang speedboat menembak ke arah kapal Kuba dan melukai komandan penjaga perbatasan. Akibatnya, pasukan Kuba menembak balik, melukai enam orang lainnya di kapal tersebut.
Penumpang speedboat adalah warga Kuba yang tinggal di AS dan diketahui membawa senjata lengkap. Kementerian Dalam Negeri Kuba menyita berbagai senjata, termasuk senapan serbu, pistol, dan bom molotov dari kapal tersebut. Enam penumpang yang terluka kini menjalani perawatan medis dan dalam tahanan.
Menurut pernyataan awal para penumpang yang selamat, mereka bertujuan melakukan infiltrasi dengan tujuan terorisme. Dua dari penumpang tersebut bahkan sempat masuk daftar pencarian Kuba terkait terorisme. Satu orang lain yang dikirim dari AS untuk membantu infiltrasi bersenjata juga ditangkap dan telah mengakui perannya.
Situasi ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Kuba. Pemerintah AS telah membatasi hampir seluruh pengiriman minyak ke Kuba, menyebabkan krisis energi berat yang menghantam ekonomi negara pulau tersebut. Krisis ini menjadi salah satu masa ekonomi paling sulit selama beberapa dekade terakhir di Kuba.
Menanggapi kejadian ini, Sekretaris Negara AS Marco Rubio menyatakan kedutaan AS di Havana tengah menelusuri insiden tersebut setelah mendapat informasi dari otoritas Kuba. Rubio menegaskan, “Kami akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan kemudian mengambil langkah yang sesuai.”
Selain itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Penjaga Pantai AS juga dilibatkan dalam investigasi terkait insiden ini. Rubio sendiri sedang melakukan kunjungan resmi ke kawasan Karibia saat peristiwa terjadi.
Sebelum konfirmasi mengenai warga Kuba yang tinggal di AS sebagai penumpang, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan pemerintah Gedung Putih terus memantau perkembangan situasi. Namun, ia mengungkapkan bahwa informasi detail masih sangat terbatas.
Speedboat yang digunakan memiliki nomor registrasi FL7726SH dan tercatat sebagai kapal tenaga sepanjang 24 kaki yang diproduksi sejak 1981. Informasi ini diperoleh dari basis data maritim yang terpercaya.
Tanggapan Resmi dari Pemerintah Florida
Pejabat Florida menyatakan keprihatinan atas insiden ini dan meminta penyelidikan menyeluruh serta pertanggungjawaban pemerintah Kuba. Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, menyampaikan telah mengarahkan Kantor Penuntutan Negara Bagian untuk membantu investigasi yang melibatkan otoritas federal dan negara bagian.
Anggota Kongres AS dari Partai Republik, Carlos A. Gimenez, yang wilayah pemilihannya meliputi ujung selatan Florida, meminta penyelidikan atas penggunaan kekuatan mematikan terhadap kapal yang terdaftar di AS. Ia menekankan pentingnya mengonfirmasi apakah korban merupakan warga negara AS atau penduduk sah.
Senator Rick Scott dari Partai Republik juga menyebut kasus ini sangat mengkhawatirkan dan menuntut agar pemerintah Kuba bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Ia menggarisbawahi sejarah pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan rezim Kuba.
Peristiwa ini memicu sorotan internasional terkait hubungan Kuba-AS, serta keamanan di perairan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Penyelidikan lebih lanjut diyakini akan memberikan gambaran lengkap tentang motif dan dampak insiden tersebut.





