Harapan Memudar Dalam Pencarian 21 Hilang Usai Banjir dan Longsor Mematikan di Minas Gerais Brazil

Keputusasaan menyelimuti dua kota di tenggara Brasil akibat hujan deras yang menyebabkan banjir dan longsor. Setidaknya 46 orang tewas dan 21 masih hilang setelah bencana tersebut melanda negara bagian Minas Gerais.

Kota Juiz de Fora tercatat sebagai wilayah terdampak terparah dengan 40 korban meninggal dunia. Sementara itu, di kota Uba tercatat enam orang meninggal akibat peristiwa serupa. Data resmi terbaru dari layanan penyelamatan mengonfirmasi jumlah tersebut.

Hujan deras yang terjadi pada hari Senin lalu mengubah jalanan menjadi sungai deras dan memicu longsor yang menghancurkan rumah-rumah penduduk. Penyelamat menyatakan kemungkinan menemukan korban selamat semakin kecil karena prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi hujan lebat pekan ini.

Seorang warga Juiz de Fora, Josiane Aparecida, mengungkapkan keluarganya tengah dalam kondisi sangat putus asa. Ia kehilangan bibinya akibat longsor dan sepupunya yang ditemukan selamat kemudian meninggal di rumah sakit.

Josiane kini masih mencari dua anak sepupunya yang berusia enam dan sembilan tahun serta pacarnya yang juga ikut hilang. “Kami tetap berharap, meskipun sulit, karena kami sudah kehilangan dua anggota keluarga,” ujarnya dengan penuh duka.

Di lokasi lain tak jauh dari situ, petugas pemadam kebakaran melaporkan penemuan mayat seorang pria yang sempat menyelamatkan istrinya sebelum rumah mereka tertimbun longsor. Kesaksian seperti ini menggambarkan betapa parah dan cepatnya dampak bencana tersebut.

Di kota Uba, warga bergotong-royong membersihkan lumpur tebal dari sungai yang meluap. Felippe Souza Lima, pemilik toko perkakas berusia 30 tahun, menceritakan betapa dahsyat banjir yang terjadi. Ia melihat dua orang mendayung perahu kecil di jalan saat banjir terjadi, suatu pemandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Felippe menuturkan bahwa air mencapai ketinggian satu setengah meter dan telah merusak banyak barang berharga. Namun ia bersyukur karena semua orang yang ia kenal masih selamat. Ini merupakan banjir terburuk yang pernah terjadi sepanjang hidupnya.

Di bagian lain kota Uba, Mauro Pinto de Moraes Filho, pemilik dealer mobil berusia 63 tahun, mengalami kerugian besar. Mobil-mobil baru terendam lumpur dengan ketinggian air mencapai dua meter. Kerugiannya ditaksir mencapai lima juta reais, hampir setara dengan satu juta dolar AS.

Mauro berencana menutup cabangnya sementara waktu karena kerusakan parah. Ia mengaku berat untuk mengeluarkan biaya besar demi perbaikan setelah bencana hebat ini.

Peristiwa ini merupakan bagian dari trend meningkatnya bencana alam ekstrem di Brasil. Dari banjir hingga kekeringan, banyak ilmuwan menghubungkan peningkatan kejadian dengan perubahan iklim global.

Wali kota Juiz de Fora, Margarida Salomao, menyatakan Februari mengalami curah hujan tertinggi dalam sejarah daerah tersebut. Sementara itu, selama tahun ini lebih dari 200 orang meninggal dan dua juta terdampak banjir besar di wilayah selatan Brasil.

Dua tahun lalu, kota Petropolis dekat Rio de Janeiro juga mengalami bencana serupa yang menelan 241 korban jiwa. Bencana alam yang terus berulang ini mendorong kebutuhan mendesak untuk peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim di Brasil.

Berita Terkait

Back to top button