Lebih banyak jurnalis dan pekerja media meninggal dunia pada tahun 2025 dibandingkan dengan tiga dekade terakhir. Data ini diungkapkan oleh organisasi non-pemerintah Committee to Protect Journalists (CPJ) dalam laporan terbarunya di New York.
Sepanjang tahun, tercatat sebanyak 129 kematian terkait profesi jurnalis yang dilaporkan CPJ. Mayoritas kematian ini terjadi akibat konflik yang melibatkan Israel, yang bertanggung jawab atas dua pertiga semua kasus pembunuhan pers pada tahun tersebut.
Sekitar 60% dari 86 korban yang ditembak mati oleh pasukan Israel adalah masyarakat Palestina yang melaporkan dari zona konflik Gaza. Wilayah ini pun disebut CPJ sebagai lokasi paling berbahaya bagi pekerja media di seluruh dunia.
Posisi kedua dalam jumlah korban tertinggi ditempati Sudan dengan sembilan kematian. Sementara itu, dalam konteks perang di Ukraina, organisasi tersebut mencatat ada empat jurnalis yang meninggal tahun lalu.
Budaya Impunitas terhadap Kekerasan pada Jurnalis
CPJ mengkritik adanya “budaya impunitas” yang terus berlangsung terkait serangan terhadap pers. Dari 129 kasus, 47 di antaranya diklasifikasikan sebagai pembunuhan yang memang ditujukan kepada jurnalis karena tugas jurnalistik mereka.
Israel diduga bertanggung jawab atas 81% dari pembunuhan yang sengaja menargetkan pekerja media tersebut. CPJ menyoroti minimnya transparansi dan investigasi atas kasus-kasus ini, di mana tidak ada satu pun pelaku yang diadili atau dimintai pertanggungjawaban.
CPJ menegaskan bahwa selama ini sedikit sekali penyelidikan yang memadai dilakukan terhadap pembunuhan yang didasarkan pada profesi jurnalis. Angka 47 pembunuhan bertarget dalam satu tahun tersebut adalah yang tertinggi dalam dekade terakhir.
Risiko Besar bagi Jurnalis di Gaza
Gaza menjadi titik paling mematikan untuk kerja jurnalistik karena konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas. Israel beberapa kali menuduh jurnalis di Gaza memihak kelompok Hamas.
Walau demikian, CPJ terus mendokumentasikan kasus-kasus kematian jurnalis sejak 1992, sebagai bentuk catatan penting terkait risiko tinggi yang dihadapi pekerja media di zona konflik.
Tabel Jumlah Korban Jurnalis 2025 Berdasarkan Lokasi
| Lokasi | Jumlah Korban |
|---|---|
| Israel/Gaza | 86 |
| Sudan | 9 |
| Ukraina | 4 |
| Lokasi Lain | 30 |
Data ini mengindikasikan bahwa kekerasan terhadap jurnalis masih menjadi masalah serius di berbagai daerah konflik di dunia. Organisasi kemanusiaan dan pelindung pers terus mengkampanyekan pentingnya perlindungan bagi pekerja media agar bisa menjalankan tugas tanpa rasa takut.
CPJ menegaskan bahwa tanpa penyelidikan dan penegakan hukum yang tegas, ancaman terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis akan terus meningkat. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi demokrasi dan hak atas informasi yang bebas dan adil di masa depan.
