Kebijakan baru dari Departemen Keuangan Amerika Serikat mengizinkan perusahaan memperoleh lisensi untuk menjual kembali minyak asal Venezuela kepada Kuba. Langkah ini diharapkan membantu mengatasi kelangkaan bahan bakar yang semakin parah di pulau Karibia tersebut.
Sejak Amerika Serikat mengendalikan ekspor minyak Venezuela awal tahun lalu, pasokan minyak ke Kuba terhenti total. Hal ini membuat krisis energi di Kuba, yang dikelola oleh pemerintahan komunis, semakin memburuk dan berdampak pada listrik, transportasi, dan sektor industri.
Selama lebih dari 25 tahun, Venezuela menjadi pemasok utama minyak mentah dan bahan bakar ke Kuba melalui perjanjian bilateral yang sebagian besar berbasis barter. Namun, pasokan ini terhenti setelah intervensi AS, dan bahkan pemasok alternatif seperti Meksiko juga menghentikan pengiriman sejak Januari.
Perusahaan perdagangan minyak besar seperti Vitol dan Trafigura mengelola sebagian besar ekspor minyak Venezuela. Minyak ini tidak hanya dikirim ke Amerika Serikat, Eropa, serta India, tetapi juga disimpan di terminal Karibia untuk dijual kembali.
Presiden AS menegaskan bahwa aliansi Venezuela, termasuk Kuba dan China, harus membayar harga pasar wajar untuk minyak yang mereka terima. Sebelumnya, mereka menerima minyak sebagai bagian dari kesepakatan tukar atau pelunasan utang tanpa pembayaran penuh.
Menteri Luar Negeri AS melakukan lawatan ke kawasan Karibia untuk berdiskusi dengan para pemimpin setempat. Mereka memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Kuba dapat mengancam stabilitas regional jika tidak segera diatasi.
Meski kebijakan baru ini memungkinkan penjualan minyak ke Kuba, kemampuan finansial Kuba dalam membeli minyak dengan ketentuan pasar tetap diragukan. Dalam beberapa tahun terakhir, Kuba mengalami kesulitan membayar impor bahan bakar melalui pasar spot secara tunai.
Panduan Departemen Keuangan AS menegaskan bahwa transaksi harus mendukung kepentingan rakyat Kuba dan sektor swasta, terutama untuk penggunaan komersial dan kemanusiaan. Transaksi yang melibatkan militer atau lembaga pemerintah Kuba secara langsung tidak akan mendapatkan izin.
Sebelumnya, Biro Industri dan Keamanan AS juga mengeluarkan pedoman yang memperbolehkan ekspor produk gas dan minyak ke entitas sektor swasta Kuba yang memenuhi syarat. Hal ini memberikan ruang bagi aliran energi ke sektor non-pemerintah di Kuba.
Distribusi bahan bakar dan listrik di Kuba dikendalikan oleh perusahaan milik negara. Namun, konsumen juga meliputi perusahaan swasta seperti maskapai penerbangan yang membutuhkan bahan bakar untuk operasional.
Pihak pemohon lisensi tidak harus berbasis di AS. Selain itu, pembatasan yang berlaku pada lisensi ekspor minyak Venezuela secara umum tidak akan berlaku untuk transaksi dengan Kuba, menurut aturan terbaru.
Tekanan AS sejak Desember lalu telah menyebabkan beberapa muatan bahan bakar untuk Kuba tertunda pengirimannya. Akibatnya, Kuba sulit mempertahankan pasokan listrik dan kendaraan tetap beroperasi.
Salah satu kapal pengangkut bahan bakar keluar dari pelabuhan Venezuela awal Februari masih tertambat dan menunggu izin berlayar menuju Kuba. Sebelumnya, muatan bahan bakar jet yang dimuat kapal tersebut sempat dikembalikan.
Sejak Januari, tidak ada muatan minyak yang mengangkut dari Venezuela tanpa izin dari Washington. Pemerintah sementara Venezuela yang diketuai Delcy Rodriguez kini bekerja sama dengan AS untuk mengendalikan ekspor minyak dan hasil penjualannya.
Contohnya, kapal tanker Sea Horse yang berbendera Hong Kong membawa bahan bakar diperkirakan menuju Kuba. Kapal tersebut menghentikan pelayaran di Atlantik dan berpotensi tiba di Kuba dalam waktu dekat.
Muatan kapal ini diperoleh melalui transfer kapal ke kapal di kawasan Mediterania, sebuah mekanisme yang sering digunakan untuk memindahkan minyak antara kapal tanker.
Perusahaan pengelola kapal dan perusahaan minyak milik negara Venezuela belum memberikan komentar terkait pergerakan muatan minyak untuk Kuba ini.
Kebijakan baru AS ini membuka peluang bagi pemulihan pasokan energi ke Kuba meski masih banyak tantangan terkait mekanisme pembayaran dan pengelolaan distribusi. Pengawasan ketat tetap diberlakukan agar penjualan minyak mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor non-militer di Kuba.





