Russia Pertimbangkan Bantuan Bahan Bakar Untuk Cuba Saat Kanada Janjikan Bantuan Pangan Hadapi Blokade AS yang Mematikan

Deputy Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, menyatakan bahwa pemerintahnya tengah mempertimbangkan dukungan bahan bakar untuk Kuba. Langkah ini muncul sebagai respons terhadap pembatasan sumber minyak yang diterapkan Amerika Serikat terhadap pulau tersebut.

RIA, kantor berita resmi Rusia, melaporkan pernyataan Novak yang mengikuti pernyataan wakil menteri luar negeri Rusia sebelumnya tentang pengiriman “material supplies” ke Kuba. Rusia pernah menjadi salah satu pemasok minyak utama Kuba, bersama dengan Meksiko dan Venezuela.

Kuba sempat mengalami gangguan pasokan bahan bakar akibat serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Pada awal bulan ini, AS meluncurkan operasi militer untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Tidak lama kemudian, Presiden AS melarang pasokan minyak dan dana dari Venezuela ke Kuba.

Pada akhir Januari, Amerika Serikat mengeluarkan perintah eksekutif yang mengancam sanksi terhadap negara yang tetap mengirimkan minyak ke Kuba. Negara seperti Meksiko dan Rusia kini berusaha menegosiasikan blokade bahan bakar tersebut. PBB bahkan memperingatkan kemungkinan terjadinya “keruntuhan kemanusiaan” di Kuba akibat krisis ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam perintah eksekutif Amerika sebagai “tidak dapat diterima” saat bertemu Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, di Moskow pekan lalu. Kondisi ini memperburuk ekonomi Kuba yang sudah terdampak embargo AS selama puluhan tahun.

Dukungan Pangan dari Kanada dan Meksiko

Selain Rusia, Kanada turut memberikan bantuan makanan senilai 8 juta dolar Kanada (sekitar 6,7 juta USD) kepada Kuba. Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, mengatakan bantuan ini ditujukan untuk mengatasi kesulitan masyarakat Kuba. Bantuan akan disalurkan melalui Program Pangan Dunia (WFP) dan UNICEF tanpa koordinasi dengan Amerika Serikat.

Meksiko juga mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa lebih dari 1.100 ton pasokan melalui dua kapal angkatan laut yang berangkat dari Veracruz. Bulan ini sebelumnya, Meksiko telah mengirim lebih dari 814 ton makanan dan produk kebersihan ke Kuba.

Upaya Pelonggaran Blokade oleh Amerika Serikat

Amerika Serikat mulai menunjukkan niat untuk melonggarkan blokade bahan bakar terhadap Kuba. Awal bulan ini, AS mengumumkan bantuan kemanusiaan senilai 6 juta USD yang akan disalurkan melalui organisasi pihak ketiga seperti Gereja Katolik, bukan pemerintah Kuba langsung.

Baru-baru ini, pemerintahan Trump memberikan lisensi khusus untuk memungkinkan minyak Venezuela dijual kembali ke Kuba. Namun, kebijakan ini harus “ditujukan untuk transaksi yang mendukung rakyat Kuba,” bukan pemerintah.

Dalam konteks regional, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melakukan kunjungan ke Saint Kitts dan Nevis untuk menghadiri pertemuan Komunitas Karibia (CARICOM). Premier Jamaika, Andrew Holness, menyerukan respons kolektif terhadap krisis di Kuba meskipun Kuba bukan anggota CARICOM. Holness menegaskan bahwa penderitaan kemanusiaan tidak menguntungkan siapa pun dan krisis berkepanjangan akan berdampak pada migrasi, keamanan, serta stabilitas ekonomi kawasan Karibia.

Ketergantungan dan Tantangan Energi Kuba

Kuba sangat bergantung pada bahan bakar fosil untuk menjaga jaringan listriknya. Namun, negara ini hanya mampu memproduksi sekitar 40 persen kebutuhan bahan bakarnya sendiri, sehingga sangat mengandalkan suplai dari luar. Blockade bahan bakar ini berpotensi memperparah krisis sosial dan ekonomi yang telah memburuk sejak pandemi COVID-19.

Sejak masa embargo AS yang berlangsung puluhan tahun, Kuba juga menghadapi gelombang migrasi besar-besaran dengan lebih dari 10 persen penduduknya meninggalkan pulau. Krisis ekonomi dan tekanan politik semakin meningkatkan ketegangan di dalam negeri. Dengan adanya komitmen dari Rusia, Kanada, dan Meksiko untuk memberikan dukungan, berbagai upaya internasional tengah berlangsung guna mencegah terjadinya keruntuhan kemanusiaan di Kuba.

Situasi ini menunjukkan kompleksitas geopolitik dan kemanusiaan yang melibatkan aktor global dan regional. Dukungan bahan bakar dari Rusia dan bantuan pangan dari Kanada serta Meksiko menjadi bagian dari respons internasional terhadap krisis yang dihadapi Kuba di tengah tekanan eksternal yang berat.

Berita Terkait

Back to top button