Keluarga Korban Grenfell Desak Pemerintah Tetap Simpan Dinding Dengan Jejak Tangan, Warisan Tragedi Yang Tak Boleh Terhapus

Keluarga korban kebakaran Grenfell Tower mendesak pemerintah Inggris untuk melestarikan dinding tangga yang memiliki jejak tangan korban dan penyintas. Mereka menganggap bagian dinding ini sebagai saksi bisu tragedi yang tak boleh dihapus atau disanitasi.

Kebakaran hebat terjadi pada Juni 2017 di gedung sosial 24 lantai yang terletak di salah satu kawasan terkaya London. Peristiwa ini menewaskan 72 orang. Proses pembongkaran gedung dimulai pada September lalu dan diperkirakan memakan waktu dua tahun.

Jejak Tangan dan Inskripsi Arab di Dinding

Foto yang tersebar memperlihatkan dinding di salah satu lorong tangga dengan noda hitam akibat asap dan api. Di sana, terdapat setidaknya tiga jejak tangan yang terlihat jelas. Selain itu, ditemukan tulisan Arab "Allahu Akbar" yang berarti "Tuhan Maha Besar" pada lantai berbeda di menara tersebut.

Karim Khalloufi, yang kehilangan saudara perempuannya dalam tragedi itu, menyatakan bahwa dinding tangga tersebut menyimpan suara-suara dari malam naas itu. Ia menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan jejak tersebut dihapus atau dilupakan.

Upaya Hukum untuk Melestarikan Dinding

Keluarga korban telah mengajukan surat pra-tindakan kepada pemerintah sebagai langkah awal untuk mengajukan tinjauan yudisial. Tujuannya adalah agar seorang hakim dapat menilai keabsahan keputusan pemerintah terkait pembongkaran dan pelestarian situs.

Mereka mengacu pada janji yang pernah disampaikan deputi perdana menteri Angela Rayner pada 2025. Janji tersebut menyatakan bahwa bagian-bagian dari menara dapat dipertahankan sebagai memorial jika komunitas menghendakinya.

Organisasi Grenfell Next of Kin, yang mewakili keluarga lebih dari setengah almarhum, mendesak pemerintah untuk menunda pembongkaran agar dapat melakukan dialog lebih mendalam dengan keluarga korban dan perancang memorial.

Tantangan Pemerintah dalam Pelestarian

Namun, pengacara yang mewakili keluarga menyebutkan bahwa pemerintah telah menyatakan tidak akan melestarikan bagian menara di atas lantai sembilan. Alasannya adalah sensitivitas lokasi dan jumlah korban yang meninggal di area tersebut. Padahal, jejak tangan dan inskripsi ditemukan persis di atas lantai sembilan.

Juru bicara Kementerian Perumahan, Komunitas, dan Pemerintah Lokal (MHCLG) menyampaikan komitmen pemerintah untuk memastikan kejadian di Grenfell Tower tetap dikenang dengan melibatkan suara komunitas terdampak. Proses pembongkaran pun dilakukan dengan sangat hati-hati dan mempertimbangkan perasaan para korban dan keluarga.

Berbagai pihak terus memantau perkembangan situasi ini mengingat pentingnya menjaga integritas situs tersebut sebagai simbol tragedi dan sebagai ruang peringatan yang bermakna untuk keluarga korban dan masyarakat luas. Pemerintah serta keluarga korban kini berada pada titik krusial dalam menentukan nasib bagian menara yang memiliki nilai sejarah emosional tersebut.

Berita Terkait

Back to top button