Pakistan semakin intensif melakukan serangan udara di berbagai wilayah Afghanistan, termasuk Kabul, pada Jumat pagi. Taliban Afghanistan menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut, namun belum ada laporan korban jiwa yang muncul dari pihak Afghanistan.
Militer Pakistan mengklaim penyerangan ini sebagai balasan atas serangan Taliban Afghanistan yang diluncurkan sehari sebelumnya pada Kamis. Pakistan menegaskan langkah tersebut sebagai upaya pembalasan atas serangan yang dianggap tidak provokatif dari Afghanistan.
Menurut kementerian informasi Pakistan, operasi militer mereka menyasar wilayah perbatasan, termasuk Chitral, Khyber, Mohmand, Kurram, dan Bajaur, untuk menjaga integritas wilayah serta keamanan warga negaranya. Pakistan juga membagikan rekaman serangan ke Kabul, meskipun klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Terdapat ketidaksepakatan dalam catatan korban antara kedua pihak. Pakistan menyatakan berhasil menewaskan 133 pejuang Taliban dan melukai ratusan lainnya sekaligus menghancurkan beberapa pos militer Afghanistan. Sementara itu, Afghanistan melaporkan hanya delapan tentara meninggal dan 11 lainnya terluka.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengabarkan bahwa 13 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, terluka akibat serangan di sebuah kamp pengungsi di Nangarhar. Insiden ini menunjukkan dampak yang meluas pada penduduk sipil dari eskalasi konflik tersebut.
Penyerangan balasan oleh pasukan Afghanistan terjadi di enam provinsi perbatasan dan diakhiri pada tengah malam Kamis. Namun, setelah serangan balasan Pakistan di Kabul, Kandahar, dan wilayah lain, Taliban menyatakan telah memulai operasi balasan yang lebih luas terhadap pusat-pusat militer Pakistan di Kandahar dan Helmand.
Juru bicara Taliban, Hamdullah Fitrat, mengklaim pasukan Afghanistan berhasil membunuh 55 tentara Pakistan, menangkap sejumlah prajurit, dan merebut 19 pos militer Pakistan di sepanjang garis Durand, garis perbatasan sepanjang 1.600 mil yang menjadi sengketa kedua negara. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Sementara itu, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengakui adanya korban di pihak negaranya namun dengan jumlah jauh lebih kecil; dua tentara tewas dan tiga lainnya terluka. Ia juga menuduh pemerintah Kabul menyebarkan propaganda palsu mengenai situasi ini.
Tarar menyatakan bahwa setelah mengalami kekalahan di medan tempur, Taliban Afghanistan kini berupaya menyesatkan opini publik dengan informasi yang tidak benar. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka menepis klaim dan tuduhan dari pihak Afghanistan.
Serangan udara Pakistan pada akhir pekan sebelumnya menargetkan kamp-kamp Taliban Pakistan (Tehrik-e-Taliban Pakistan/TTP) dan kelompok afiliasinya di wilayah Afghanistan. Pakistan mengklaim kelompok ini bertanggung jawab atas serangkaian serangan berdarah di negaranya.
Menurut kementerian informasi Pakistan, kelompok TTP dan afiliasinya beroperasi di wilayah Afghanistan dan menjadi sumber konflik serta ancaman keamanan bagi Pakistan. Islamabad menyatakan memiliki bukti kuat bahwa serangan terhadap mereka berasal dari kelompok yang mendapat dukungan di Afghanistan.
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengkritik pemerintah Afghanistan yang dianggap mengumpulkan “semua teroris dunia” dan mengekspor terorisme sambil menindas hak asasi warga di negaranya. Pernyataan ini menegaskan ketegangan yang tengah memanas antara kedua negara.
Asif menyoroti pula peran Pakistan dalam menampung jutaan pengungsi Afghanistan selama lima dekade, serta menyebut banyak warga Afghanistan yang mencari nafkah di Pakistan. Ia menegaskan bahwa kesabaran pemerintahnya telah habis dan “sekarang perang terbuka” telah dimulai.
Sejak Oktober, kedua negara sebenarnya telah menjaga gencatan senjata yang rapuh menyusul gelombang kekerasan lintas batas yang paling mematikan dalam beberapa tahun. Namun insiden terbaru menunjukkan bahwa ketegangan kembali meningkat dan berpotensi memicu pertempuran yang lebih besar.
Dalam wawancara sebelumnya dengan CNN, Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan niatnya untuk “menghabisi” pimpinan TTP di Afghanistan dengan menggunakan segala cara yang tersedia. Pernyataan ini mencerminkan keseriusan Pakistan dalam menghadapi ancaman keamanan dari kelompok tersebut.
Situasi antara Afghanistan dan Pakistan tetap sangat dinamis dan penuh ketidakpastian dengan serangan balasan terus terjadi. Kedua negara berpotensi menghadapi eskalasi konflik lebih lanjut yang juga bisa berdampak pada stabilitas regional dalam jangka panjang.
