Partai Buruh Inggris tengah menghadapi tantangan berat dari faksi kanan keras dan kelompok kiri di wilayah tradisionalnya. Pemilu sela di kawasan Gorton dan Denton, Manchester, menjadi ujian penting bagi kekuatan partai yang sejak puluhan tahun menguasai daerah ini.
Pada pemilu umum Juli lalu, Partai Buruh meraih hampir 51 persen suara di daerah tersebut. Namun, situasi saat ini jauh berbeda. Persaingan ketat terjadi antara Partai Buruh, Reform UK yang anti-imigrasi, dan Partai Hijau yang dipimpin oleh tokoh kiri Zack Polanski.
Ketidakpuasan publik terhadap partai-partai mapan semakin meningkat. Seorang pensiunan perawat, Elaine Simpson, mengungkapkan pilihannya pada Reform UK karena isu imigrasi yang dianggap sudah tidak terkendali. “Saya sudah muak dengan imigrasi,” ujarnya di salah satu tempat pemungutan suara.
Di sisi lain, kawasan Levenshulme yang memiliki populasi mahasiswa dan penduduk Muslim besar, justru mendukung Partai Hijau. Matt Alton, seorang penulis berusia 31 tahun, menganggap partai tersebut menawarkan harapan bagi masyarakat yang terpinggirkan dan pekerja.
Partai Buruh tetap optimis mempertahankan kursi, dengan menjunjung pesan persatuan daripada perpecahan. Basat Sheikh, politikus lokal, menegaskan kepercayaan dirinya meski cuaca buruk dan tingkat partisipasi pemilih yang rendah sering kali menjadi kendala di pemilu sela.
Perpecahan suara mencerminkan kegundahan pemilih terhadap isu-isu utama seperti biaya hidup tinggi dan imigrasi. Pengamat politik University of Manchester, Louise Thompson, menyebut situasi ini sebagai indikasi melemahnya dukungan terhadap dua partai utama Inggris, Buruh dan Konservatif.
Pemilu sela ini muncul menyusul pengunduran diri Andrew Gwynne, mantan anggota parlemen Partai Buruh, karena alasan kesehatan. Reform UK berharap mendapatkan kursi tambahan dengan calon Matt Goodwin, sementara Partai Hijau mengandalkan Hannah Spencer yang relatif muda dan mendekati komunitas Muslim dengan sikap pro-Palestina.
Calon Buruh, Angeliki Stogia, dipilih setelah pengurus partai menolak pencalonan wali kota Manchester Andy Burnham. Penolakan ini dinilai sebagai upaya menahan kritik dari sayap kiri yang melihat Burnham bisa menjadi pesaing serius bagi pimpinan Partai Buruh saat ini, Keir Starmer.
Starmer sendiri tengah mendapat tekanan besar akibat kontroversi penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris di Washington dan sejumlah kebijakan yang berbalik arah. Survei menunjukkan popularitasnya berada pada titik terendah sepanjang sejarah perdana menteri Inggris.
Kemenangan di Gorton dan Denton merupakan kunci untuk menenangkan badai kritik terhadap Starmer sebelum menghadapi pemilihan besar di bulan Mei mendatang di Skotlandia, Wales, dan London. Hasil pemilu ini diperkirakan baru akan diketahui dini hari dengan ketatnya persaingan tiga partai yang menawarkan visi berbeda bagi warga setempat.
Dalam konteks itu, pemilu sela di daerah kuat Partai Buruh ini menjadi cerminan dinamika politik Inggris yang semakin kompleks. Fragmentasi dukungan dan kebangkitan partai kecil menunjukkan perubahan signifikan dalam lanskap politik nasional. Pola pemilu berikutnya akan sangat menentukan keberlanjutan kekuasaan partai-partai tradisional di masa depan.
