Greeks Gelar Aksi Massal Tuntut Keadilan Setahun Setelah Tragedi Kereta Mematikan, Siap Hadapi Sidang Krusial

Ribuan warga Yunani turun ke jalan di Athena dan berbagai kota lainnya untuk memperingati satu tahun kecelakaan kereta paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Aksi ini diselenggarakan menjelang dimulainya persidangan pidana yang akan digelar bulan depan terkait insiden tragis tersebut.

Transportasi umum seperti kereta dan feri sempat berhenti beroperasi saat para pekerja melakukan mogok kerja dan bergabung dalam demonstrasi. Para pengunjuk rasa menempatkan bunga dan membawa spanduk bertuliskan "Keadilan" di depan gedung parlemen, di mana nama-nama 57 korban, kebanyakan mahasiswa, dicat merah di tanah sebagai penghormatan terakhir.

Kecelakaan Kereta di Tempi

Tragedi itu terjadi akibat tabrakan antara kereta penumpang dan kereta barang yang berjalan berhadapan di Tempi, wilayah tengah Yunani. Peristiwa ini menjadi simbol kegagalan negara dalam menjaga keselamatan dan menandai bertahun-tahun pengabaian terhadap jaringan kereta api nasional.

Kerusakan sistem dan kurangnya perawatan menyebabkan ketidaksiapan infrastruktur, sehingga memicu kemarahan publik yang disertai ketidakpercayaan terhadap pejabat politik. Unjuk rasa pada tahun lalu menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir karena banyak warga menuntut tanggung jawab dan reformasi.

Situasi dan Tuntutan Demonstran

Sebanyak ribuan petugas polisi dikerahkan di Athena guna mengamankan jalannya demonstrasi yang juga berlangsung di luar negeri. Pavlos Aslanidis, ketua asosiasi keluarga korban, menyerukan keadilan dalam pidatonya. Ia menyatakan bahwa tuntutan utama mereka adalah agar pelaku bertanggung jawab dan ada perubahan nyata dalam sistem keselamatan transportasi.

Investigasi hukum yang berlangsung tahun ini mengarah pada penetapan puluhan tersangka – bukan dari kalangan politikus – yang akan diadili dengan tuduhan mulai dari menyebabkan gangguan lalu lintas hingga pembunuhan lalai dan menyebabkan cedera fisik.

Isu dan Reformasi yang Diperjuangkan

Para demonstran menuntut agar pemerintah melakukan reformasi besar-besaran dan mengakui kesalahan yang terjadi. Spanduk bertuliskan "Ini bukan kecelakaan, ini pembunuhan" menggambarkan betapa dalamnya kemarahan publik terhadap insiden ini.

Penyelidikan mengungkapkan bahwa proyek yang didanai bersama oleh Uni Eropa sejak 2014 untuk memasang sistem keselamatan masih terlambat bertahun-tahun sehingga tidak siap saat insiden terjadi. Keluarga korban juga menuduh pihak berwenang berusaha menutupi bukti yang ada.

Sementara itu, pemerintah konservatif pusat-kanan menyangkal adanya kesalahan dan berjanji bahwa proses peradilan akan mengungkap fakta kasus. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi penuh pada jaringan kereta api nasional paling lambat pada tahun 2027.

Peringatan ini menjadi momentum penting bagi Yunani untuk mengevaluasi kembali keamanan transportasi dan meningkatkan akuntabilitas instansi terkait sebelum persidangan resmi mulai. Masyarakat dan keluarga korban terus menunggu kepastian hukum dan perubahan nyata yang dapat mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.

Berita Terkait

Back to top button