Airspace Ditutup, Maskapai Hentikan Penerbangan Saat Serangan AS Israel Iran Membalas Konflik Memanas di Timur Tengah

Gelombang serangan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran memicu eskalasi kekerasan di kawasan Timur Tengah. Akibatnya, sejumlah negara menutup ruang udaranya untuk mencegah risiko bagi penerbangan sipil dan militer.

Setidaknya delapan negara, termasuk Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, mengumumkan penutupan udara secara penuh. Suriah juga membatasi ruang udara bagian selatan yang berbatasan dengan Israel selama 12 jam.

Langkah penutupan ini dilakukan menyusul serangan terkoordinasi AS dan Israel yang menargetkan industri misil dan armada angkatan laut Iran. Presiden AS Donald Trump menegaskan misi tersebut akan menghancurkan kemampuan militer Iran secara signifikan. Iran, yang sebelumnya masih bernegosiasi dengan AS mengenai program nuklirnya, langsung merespons dengan serangan balasan ke Israel dan beberapa negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

Seorang pejabat senior Iran menegaskan kepada Al Jazeera bahwa semua aset dan kepentingan Amerika serta Israel di Timur Tengah kini menjadi sasaran sah. Ia menambahkan tidak ada lagi batas yang diakui, sehingga kemungkinan tindakan yang lebih luas sangat terbuka.

Dampak dari konflik ini langsung dirasakan oleh industri penerbangan internasional. Banyak maskapai global membatalkan atau mengalihkan rute penerbangan melalui Timur Tengah, yang selama ini menjadi jalur penting antara Eropa dan Asia. Penutupan rute udara Timur Tengah sangat krusial karena kawasan Rusia dan Ukraina juga tertutup bagi banyak penerbangan akibat perang di sana.

Kementerian Transportasi Rusia menyatakan bahwa maskapai negaranya menghentikan semua penerbangan ke Iran dan Israel. Selain itu, Air India memilih untuk menghindari rute Timur Tengah sementara waktu. Berbagai maskapai besar lainnya yang mengumumkan penghentian penerbangan ke wilayah konflik meliputi:

1. Lufthansa
2. Air France
3. Iberia
4. Wizz Air
5. Turkish Airlines
6. Qatar Airways
7. Virgin Atlantic
8. KLM
9. British Airways
10. Aegean Airlines
11. Indigo
12. Japan Airlines
13. Scandinavian Airlines

Eric Schouten, kepala penasihat keamanan penerbangan di Dyami, memperingatkan bahwa ruang udara di kawasan ini kemungkinan akan tetap tertutup untuk waktu yang lama. Ia menyebut situasinya sangat dinamis dan berdampak langsung pada operasional maskapai regional.

Wartawan Al Jazeera Ali Hashem melaporkan dari Doha bahwa konflik yang melibatkan serangan AS-Israel dan respons balasan Iran telah menciptakan dua konflik paralel. Situasi ini makin memperdalam ketidakstabilan di wilayah tersebut.

Hashem menilai, kondisi saat ini akan menjadikan konflik di Timur Tengah lebih rumit dan saling terkait dibandingkan ketegangan-ketegangan sebelumnya. Kompleksitas tersebut belum pernah terjadi dalam sejarah kawasan itu dan memerlukan perhatian internasional yang serius.

Exit mobile version