Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangkaian serangan di berbagai lokasi di Iran, termasuk ibu kota Tehran. Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai "pertempuran besar yang sedang berlangsung".
Serangan ini terjadi di tengah negosiasi antara AS dan Iran terkait program nuklir dan rudal balistik Iran. Konflik ini berlangsung setelah delapan bulan dari perang 12 hari yang juga melibatkan AS dan Israel melawan Iran.
Serangan di Iran: Lokasi dan Dampak
Ledakan terdengar di Tehran sekitar pukul 09:27 waktu setempat, menurut laporan Fars News Agency. Saksi di lokasi melaporkan mendengar dua ledakan, dan video di media sosial menunjukkan asap tebal membubung dari beberapa titik di kota tersebut.
Israel mengumumkan telah meluncurkan serangan misil ke sejumlah target di dalam Iran. Operasi ini dilakukan secara bersama oleh AS dan Israel. Dalam beberapa pekan terakhir, Washington mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang, sebagai penempatan militer terbesar di kawasan sejak Perang Irak.
Wilayah Serangan
Menurut laporan, serangan misil menyasar beberapa area strategis, termasuk University Street dan wilayah Jomhouri di Tehran. Serangan juga terjadi dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, ledakan terdengar di beberapa kota dan provinsi lain seperti Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam, Karaj, serta Lorestan.
Tujuan dan Pernyataan AS
Trump menegaskan bahwa tujuan operasi ini adalah menghancurkan kemampuan misil dan industri misil Iran. Ia menambahkan bahwa operasi juga bertujuan "menghancurkan angkatan laut mereka".
Beberapa poin utama dari pernyataan Trump adalah:
- Menghentikan ancaman yang dianggap segera datang dari Iran.
- Menghancurkan fasilitas misil dan peluru kendali.
- Mengganggu kelompok bersenjata yang didukung Iran di kawasan.
- Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Trump juga memberi peringatan kepada militer Iran bahwa mereka akan mendapat amnesti jika menyerah, tetapi akan menghadapi "kematian pasti" jika terus melawan. Pemerintahan AS menyiapkan operasi militer berdurasi beberapa hari.
Alasan Serangan dan Perkembangan Negosiasi
Konflik ini berakar dari ketegangan panjang terkait program nuklir dan pengaruh regional Iran. AS dan Israel menganggap aktivitas pengayaan uranium dan perkembangan misil Iran sebagai ancaman serius. Iran berulang kali menegaskan tidak berniat mengembangkan senjata nuklir. Sedangkan Israel adalah satu-satunya negara Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir.
Ekspansi serangan terjadi meskipun ada kemajuan negosiasi yang dimediasi Oman, di mana Iran dilaporkan bersedia menghentikan stok uranium dan menerima verifikasi penuh dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). AS dan Israel memandang ini sebagai peluang bagi rakyat Iran untuk mengubah pemerintahannya.
Respons Iran
Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan misil ke wilayah utara Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Basis-basis tersebut meliputi:
- Pangkalan udara Al Udeid di Qatar
- Pangkalan Al-Salem di Kuwait
- Pangkalan Al-Dhafra di Uni Emirat Arab
- Markas Armada Kelima AS di Bahrain
Ledakan juga terdengar di Riyadh, Arab Saudi, serta pangkalan AS di Yordania. Pejabat Iran memperingatkan akan respons yang "menghancurkan" dan menegaskan bahwa konflik ini telah memasuki fase yang tidak bisa lagi dikendalikan.
Pernyataan dari Pemimpin Israel
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan operasi militer yang dinamakan “Lion’s Roar” akan terus berlanjut selama diperlukan. Ia menegaskan komitmen Israel untuk menjaga keamanan negaranya dari ancaman Iran.
Posisi Pemimpin Iran dan Situasi di Dalam Negeri
Lokasi pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, belum jelas karena ia beberapa hari tidak muncul di publik. Keamanan di sekitar kawasan kediamannya di Tehran diperketat menyusul ledakan yang terjadi. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dilaporkan tidak terluka.
Reaksi Internasional
Berbagai negara dan organisasi dunia memberikan respons berbeda, antara lain:
- Oman: Mengutuk eskalasi yang merusak negosiasi damai dan mengimbau AS untuk tidak terjebak lebih dalam.
- Qatar: Mengecam serangan Iran sebagai pelanggaran kedaulatan dan menyatakan hak untuk membalas sesuai hukum internasional.
- Uni Emirat Arab: Mengecam serangan misil Iran dan mengingatkan konsekuensi serius jika kejadian serupa berlanjut.
- Uni Eropa: Mengingatkan situasi yang berbahaya dan menyerukan perlindungan warga sipil serta penegakan hukum internasional.
- Prancis: Presiden Macron memperingatkan konsekuensi besar bagi perdamaian dan keamanan internasional jika konflik berlanjut.
- Rusia: Kritikus terhadap AS yang menggunakan negosiasi sebagai kedok operasi militer dan mempertanyakan konsekuensi jangka panjang.
- Inggris dan Kanada: Menegaskan dukungan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan mempertahankan keamanan internasional.
Konflik antara AS, Israel, dan Iran menimbulkan ketegangan yang meluas di kawasan Timur Tengah serta berpotensi merubah dinamika geopolitik global. Operasi militer yang sedang berlangsung dipantau ketat oleh dunia internasional, sementara negosiasi damai yang sempat ada kini terancam gagal.









