Ali Shamkhani Tokoh Kunci Iran Dalam Negosiasi Nuklir Dilaporkan Tewas Dalam Serangan AS-Israel, Apa Dampaknya Bagi Kawasan?

Ali Shamkhani, pejabat tinggi Iran yang menjabat sebagai sekretaris Dewan Pertahanan Iran, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai penasihat dekat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan tokoh utama dalam negosiasi nuklir antara Iran dan AS.

Seorang juru bicara militer Israel mengonfirmasi bahwa Shamkhani adalah salah satu pejabat tinggi Iran yang tewas dalam serangan tersebut. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Tehran mengenai kematiannya.

Peran dan Jabatan Ali Shamkhani

Ali Shamkhani berusia 70 tahun dan memegang peran krusial dalam mengawasi negosiasi nuklir Iran dengan AS. Putaran perundingan terbaru baru saja berakhir sehari sebelum laporan kematiannya muncul. Pada saat negosiasi, ia menegaskan bahwa pembuatan senjata nuklir oleh Iran dilarang berdasarkan dekrit agama dari pemimpin negara dan doktrin pertahanan nasional.

Setelah perang singkat antara Iran dan Israel selama 12 hari di tahun 2025, Shamkhani pernah menjadi sasaran serangan Israel. Meski sempat dikabarkan meninggal, ia berhasil selamat meski mengalami luka parah dan diselamatkan dari reruntuhan rumahnya.

Ia baru-baru ini ditunjuk sebagai sekretaris Dewan Pertahanan Iran. Dewan ini dibentuk pascaperang tersebut untuk mengoordinasikan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional serta mengerahkan sumber daya dalam menanggapi ancaman.

Riwayat Karier dan Pernyataan Keras

Shamkhani pernah memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) selama sepuluh tahun hingga 2023. Ia menjadi pejabat keamanan kedua dengan masa jabatan terlama sejak revolusi 1979, setelah mantan Presiden Hassan Rouhani.

Lahir di Ahvaz, Khuzestan, Shamkhani sempat menetap di Los Angeles bersama keluarganya setelah menyelesaikan pendidikan dasar. Ia kemudian kembali ke Iran dan menempuh pendidikan teknik. Dalam perang Iran-Irak era 1980-an, ia menjabat sebagai komandan di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan pernah memimpin Angkatan Laut IRGC serta Angkatan Laut Republik Islam Iran.

Antara 1997 dan 2005, ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan menjadi pejabat pertahanan Iran pertama yang mengunjungi Arab Saudi sejak revolusi. Pada pemilihan presiden tahun 2001, Shamkhani meraih posisi ketiga sebelum kembali ke jabatan menteri.

Pada Januari lalu, Shamkhani memperingatkan bahwa respons Iran terhadap serangan militer AS akan bersifat "seketika, total, dan belum pernah terjadi sebelumnya" dengan sasaran utama kota Tel Aviv dan pendukung agresor.

Dari catatan tersebut, Ali Shamkhani merupakan sosok penting yang menggabungkan pengalaman militer dan politik dalam mempertahankan kepentingan Iran. Kematian atau nasibnya yang belum jelas di tengah ketegangan besar antara Iran, Israel, dan AS menambah ketidakpastian dalam hubungan geopolitik kawasan.

Berita Terkait

Back to top button