Israeli Opposition Leader Lapid Dukung Serangan Ke Iran, Desak Rezim Dihancurkan untuk Hadapi Ancaman Eksistensial

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menyatakan dukungannya terhadap keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Lapid menilai kampanye militer tersebut sebagai "perang yang adil melawan kejahatan," menegaskan pentingnya respons tegas terhadap ancaman yang datang dari Iran.

Serangan bersama antara Amerika Serikat dan Israel ini menargetkan pemimpin senior Iran sekaligus menyerukan penggulingan rezim yang berkuasa. Sebagai respons, Iran membalas dengan meluncurkan serangan misil ke Israel serta negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Qatar.

Solidaritas Politik di Tengah Konflik

Lapid, yang sebelumnya sempat menjabat sebagai perdana menteri pada tahun lalu dan dikenal sebagai pengkritik keras Netanyahu, menyatakan bahwa perbedaan politik akan dikesampingkan untuk menghadapi ancaman bersama ini. “Kita akan berdiri bersatu melawan ancaman ini,” ujar Lapid usai keluar dari tempat perlindungan bom di Tel Aviv saat peringatan serangan misil Iran berkumandang.

Target Iran dan Ancaman Eksistensial

Lapid menegaskan bahwa program misil balistik dan nuklir Iran harus dihentikan secara total. Bahkan, dia menilai perlu ada upaya untuk “menghapuskan” pemimpin rezim Iran jika memungkinkan. Pernyataan ini sejalan dengan pandangan Netanyahu yang sejak lama menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.

Peran Amerika Serikat dalam Operasi Militer

Lapid juga mengapresiasi peran Amerika Serikat, khususnya di bawah Presiden Donald Trump saat itu, dalam keterlibatan militer terhadap Iran. Ia menyebut keberanian AS dalam memimpin operasi ini sebagai hal yang “patut dihormati.” Kolaborasi antara kedua negara diharapkan dapat menekan pengaruh Iran di kawasan.

Dampak dan Durasi Konflik

Konflik yang dimulai dengan serangan kejutan Israel terhadap Iran pada Juni tahun lalu sempat memicu perang berdurasi dua belas hari. Selama itu, lebih dari 30 warga Israel tewas akibat serangan misil Iran, termasuk di kota padat penduduk Tel Aviv. Sementara itu, serangan Israel ke Iran dilaporkan menewaskan lebih dari 900 orang.

Mengenai kemungkinan berlanjutnya konflik ini selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, Lapid yakin Israel memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari yang diasumsikan banyak pihak. Sebaliknya, dia meragukan kemampuan Iran untuk mempertahankan perang dalam jangka panjang.

Konteks Politik Dalam Negeri Israel

Pemilu nasional Israel dijadwalkan berlangsung paling lambat Oktober mendatang. Survei menunjukkan koalisi pimpinan Netanyahu, perdana menteri terlama menjabat, mungkin tidak mampu membentuk pemerintahan baru. Di sisi lain, oposisi yang terpecah juga tengah berupaya membentuk pemerintahan tanpa Netanyahu, dengan partai Yair Lapid, Yesh Atid, menjadi salah satu partai kunci meskipun diprediksi kehilangan kursi.

Berbagai dinamika ini menunjukkan bahwa situasi politik Israel saat ini sangat krusial. Konflik dengan Iran bukan hanya soal militer, melainkan juga menentukan arah pemerintahan yang akan datang. Dukungan Lapid terhadap sikap keras terhadap Iran menunjukkan bahwa persoalan keamanan saat ini menjadi prioritas utama yang mampu menyatukan beragam faksi di Israel.

Berita Terkait

Back to top button